Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

March 2016

Sorot Mata Kebaikan

Sorot Mata Kebaikan

Oleh Irwan Kurniawan

Malam yang pahit dan dingin. Janggut lelaki tua itu berkaca-kaca oleh embun beku di musim dingin, sementara ia menunggu tumpangan untuk menyeberangi sungai. Menunggu tampak tak ada habisnya. Sebagian tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat tiupan angin utara yang dingin. Dia mendengar samar-samar irama mantap derap kaki kuda mendekat di sepanjang jalan yang tertutup salju. Continue Reading

KORELASI IMAN DAN AKHLAK MULIA

KORELASI IMAN DAN AKHLAK MULIA

Oleh: Irwan Kurniawan

Jika kita merasa sebagai orang beriman, maka keimanan itu mesti berbekas. Mesti ada efek positif dari keimanan kita kepada Allah. Efek positif inilah yang akan membedakan antara orang beriman dan orang tidak beriman.

Continue Reading

Pengampunan Sang Penakluk

Pengampunan Sang Penakluk

Oleh Saniyasnain Khan

Para pemenang selalu merasa bangga dan senang untuk membalas dendam kepada musuhnya, namun hal yang demikian tidak berlaku dan tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Setelah penaklukan kota Makkah, Rasulullah malah memperlihat­kan kerendahan hati yang sesungguhnya. Ketika beliau memasuki Makkah, kepalanya tertunduk sangat rendah sehingga orang-orang melihat janggutnya menyentuh pelana unta. Dan pada saat berdiri di pintu Ka’bah, beliau pun menyampaikan pidato:

Continue Reading

Akar-akar Gerakan Islam Radikal dalam Sejarah Indonesia Modern

Akar-akar Gerakan Islam Radikal dalam Sejarah Indonesia Modern

Oleh Prof. Dr. Afif Muhammad, M.A.

Seperti umumnya pemikiran dalam Islam, radikalisme Islam—sebagai suatu faham dan gerakan—lahir dari pergumulan yang dilakukan kaum Muslim dengan perkembangan zamannya. Karena itu, ia bisa muncul kapan dan di mana saja sepanjang di situ terdapat syarat-syarat yang kondusif bagi kemunculan Islam Radikal. Dalam sejarah Islam, Islam Radikal pernah muncul pada masa awal dalam bentuk gerakan kaum Khawarij. Julius Wellhausen menyebut Khawarij sebagai aliran politik pertama dalam Islam.12 Pengaitan politik dengan gerakan dan faham radikal kaum Khawarij ini menunjukkan bahwa politik merupakan salah satu faktor yang dapat memunculkan radikalisme dalam Islam. Sementara itu, Ali Sami an-Nasysyar menunjuk faktor lain, yakni pemahaman tektual yang dimiliki kaum Khawarij, di samping faktor yang disebutkan sebelumnya.13

Continue Reading

Makna TIPOGRAFI

Makna TIPOGRAFI

Oleh Lia Anggraini S. Dan Kirana Nathalia

Huruf atau biasa disebut tipografi, merupakan bagian dari kehidupan manusia modern saat ini. Adanya kebutuhan untuk memandang yang lebih indah dari huruf, membuat insan kreatif selalu berusaha menampilkan seni “penataan huruf” semaksimal mungkin.  Hal itu bisa kita lihat pada tulisan-tulisan pendek iklan di pinggir jalan.

Continue Reading

Menafsir Demokrasi

Menafsir Demokrasi

Oleh Muhammad Syahrûr

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksudkan dengan kebebasan dan kemajuan kita akan beralih untuk mendefinisikan demokrasi. Demokrasi adalah praktik kebebasan oleh sekelompok orang melalui hubungan-hubungan tertentu sesuai dengan rujukan pengetahuan, etika, estetika, dan adat atau kebiasaan. Kita katakan Allah Mahabebas, akan tetapi Dia tidak demokratis karena demokrasi membutuhkan adanya tuhan-tuhan lain seperti Dia agar Dia bisa mempraktekkan kebebasan-Nya berdasarkan kesepakatan dengan tuhan lain tersebut dengan rujukan tertentu. Dalam masalah ini Dia berfirman, “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa.” (Al-Anbiyâ’: 22). “Katakanlah, Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya— sebagaimana yang mereka katakan—niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ‘Arsy. (Al-Isrâ’: 42).

Continue Reading