Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

March 2016

Sekolah Masa Depan

Sekolah Masa Depan

Oleh Anna Farida, Suhud Rois, Edi S. Ahmad

Bagaimana kalau ada sekolah yang cirinya kebalikan dari keluh­an di atas? Sebuah sekolah yang selalu didatangi anak-anak dengan antusias. Sekolah yang masih saja meriah dengan canda riang murid-muridnya walau jam sekolah telah usai. Sekolah yang membuat orangtua betah berbincang tentang pendidikan dengan para guru dan orangtua lain. Sekolah yang selalu dirindukan siapa pun yang pernah ada di dalamnya, sehingga alumni sering datang dan bernostalgia dengan asyiknya belajar di sekolah itu. Continue Reading

Pengalaman sebagai Sumber Penulisan Puisi

Pengalaman sebagai Sumber Penulisan Puisi

 Oleh Soni Farid Maulana

PADA dasarnya, menulis puisi adalah mengekspresikan sebentuk pengalaman dengan media kata-kata. Pengalaman yang diekspresikannya itu bisa berupa pengalaman hubungan manusia dengan Tuhan, dengan di­rinya sendiri, dengan sesama, maupun dengan alam. De­ngan demikian, dapat disimpulkan bahwa menulis puisi merupakan sebuah kegiatan ruhani, yang mengekspresikan hubungan manusia dengan segala hal, baik secara fisik maupun metafisik. Continue Reading

PATUNG SUKARNO DI ENDE

PATUNG SUKARNO DI ENDE

Oleh Hanafi

Dari Penjara ke Pigura, sebuah tema pameran bersama di Galeri Salihara, Jakarta. Tema itu melihat ke belakang, menemui wajah-wajah Pahlawan Kemerdekaan Indonesia yang pernah dipenjarakan. Kini di tangan perupa, wajah-wajah itu ditenggelamkan kembali ke dalam pigura. Pigura hanyalah sebuah ungkapan yang menerangkan kesenirupaan, cara membaca kembali potret sejarah. Sejarah penjara untuk pigura. Continue Reading

Pelayan Masyarakat

Pelayan Masyarakat

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Para pemimpin NU di masa lalu memberikan banyak contoh bahwa politik dan organisasi bukan lahan mencari uang. Untuk menjadi pemimpin janganlah ngotot, tapi ketika ditunjuk atau dipilih menjadi pemimpin dalam bidang apa pun jangan dihindari atau ditolak. Dalam kaitan ini, para ulama kita mengingatkan kepada pimpinan di tingkat pusat maupun daerah agar dapat menjalankan amanah yang diembannya. Continue Reading

NU: Miniatur Indonesia

NU: Miniatur Indonesia

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Sebagai warga NU, kita harus mengambil sikap dalam mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi berbagai tantangan yang kian beragam. Janganlah kita terfokus pada satu bidang garapan. Kita perlu menyebar dan menggeluti berbagai profesi. Continue Reading

Kesenjangan NU

Kesenjangan NU

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Dinamika Nahdlatul Ulama (NU) telah berhasil melewati berbagai perubahan zaman. Kekuatan NU sangat diperhitungkan oleh masyarakat global—sebuah makna kesejagatan ormas jam‘iyyah dîniyyah yang berdiri pada tahun 1926. Amerika Serikat, misalnya, menempatkan NU pada posisi strategis. Argumentasinya, antara lain, karena faktor kebutuhan terhadap mitra strategis global, mengingat NU merupakan jangkar strategis kekuatan Islam moderat dunia. Continue Reading

Cinta, Cinta, dan Cinta...

Cinta, Cinta, dan Cinta…

Oleh Miftah Fauzi Rakhmat

Hari ini Sabtu, awal pekan yang baru. Geliat rutinitas kembali mengantarkan hari yang padat beraktivitas. Televisi menemani kami untuk mengetahui apa yang sedang hangat dikupas. Ada tiga hal topik utama: dimulainya pekan kenangan perang Iran dan Irak, dibukanya tahun ajaran sekolah yang baru, dan rencana pidato presiden di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Semua isu itu hangat, menarik, dan pasti melibatkan seluruh rakyat. Secara waktu, minggu ini merupakan pekan kenangan perang Iran-Irak. Orang Iran menyebutnya pekan pertahanan suci, hafteh difa‘e muqaddas. Continue Reading

Pesantren, Santri, Puisi

Pesantren, Santri, Puisi

Oleh Acep Zamzam Noor

Puncak-puncak puisi Islam klasik sebagian besar bertalian dengan tasawuf, hal ini terutama karena ditulis oleh para penyair sufi atau yang berkecenderungan sufistik dan punya hubungan erat dengan tasawuf. Munculnya tokoh-tokoh tasawuf seperti Rumi, Sana’i, Attar atau Al-Hallaj dalam panggung sejarah peradaban dan kebudayaan Islam, telah menunjukkan bahwa tasawuf dan kesusastraan—khususnya puisi—hampir tak bisa dipisahkan satu sama lain. Pengalaman-pengalaman kerohanian mereka begitu kerap diungkapkan dalam wujud puisi yang indah dan tinggi nilainya. Begitu pula pesan-pesan dan gagasan-gagasan mereka tentang Tuhan, manusia, moralitas, kemasyarakatan dan sebagainya. Continue Reading

Kunci Surga yang Terbuang

Kunci Surga yang Terbuang

Oleh KH Jalaluddin Rakhmat

Pernahkah Anda melihat, di layar televisi, bayi-bayi kurus tergolek—perut kembung, mata cekung, tulang iga yang mencuat, dan batok kepala yang tampak membesar. Di samping mereka, wanita-wanita meraung, dan anak-anak yang masih hidup perlahan-lahan beringsut seperti menjemput maut. Segera setelah itu, seorang wanita kulit putih menceritakan bencana kelaparan di Ethiopia. Diperkirakan, sembilan juta orang ditimpa kelaparan kritis, ratusan orang mati setiap hari, dan diduga, sampai bulan Mei 1985, lebih dari setengah juta orang meninggal dunia. Continue Reading

SEDIH YANG MEMBAWA BERKAH

SEDIH YANG MEMBAWA BERKAH

Oleh: Irwan Kurniawan

Hidup ini tidak satu warna. Dalam kehidupan ini, berbagai keadaan bisa terjadi pada kita, ada kalanya satu keadaan dan keadaan lain saling bertolak belakang. Di satu waktu kita senang, dan di waktu lain, kita susah; kadang gembira dan kadang bersedih, kadang bersuka cita dan kadang berduka. Semua itu hanya kita rasakan di dalam hati dan batin kita, yang kadang terekspresikan dalam penampilan dan perilaku. Namun ada juga yang mampu menyembunyikan dan menutupinya. Continue Reading