Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

April 2016

Apa itu Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Apa itu Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Oleh Dr. Asep Achmad Hidayat
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah yang umumnya diberikan kepada para mahasiswa bukan berasal dari jurusan atau prodi ilmu-ilmu sosial dan ilmu humaniora, seperti mahasiswa sosiologi dan ilmu sejarah. Ilmu Sosial Budaya Dasar ini merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang biasanya diberikan kepada mahasiswa semester awal. Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) mempunyai peranan yang jelas dalam pembentukan kompetensi profesional seorang lulusan Perguruan Tinggi.

Tujuan utama disajikannya mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah untuk memberikan wawasan tentang dasar-dasar ilmu sosial dan ilmu budaya kepada mahasiswa agar menghasilkan lulusan yang berkualitas. Tujuan lainnya adalah memberikan wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik.

Dalam mata kuliah ISBD sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) terkandung dua materi besar, yaitu Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, dan teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, seperti sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.1

Selanjutnya, harus dipahami juga bahwa Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial dan ilmu budaya yang diapadukan, misalnya gabungan antara sosiologi, psikologi, ilmu sejarah, dan ilmu bahasa (linguistik). Sekali lagi, bukan seperti itu. Sebabnya adalah masing-masing ilmu pengetahuan memiliki disiplinnya sendiri yang berbeda antara satu dan lainnya. Masing-masing ilmu pengetahuan memiliki obyek, metode kajian, dan manfaatnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.2

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) juga bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena bidang ilmu ini tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri untuk mengembangkan penelitiannya, seperti ilmu pengetahuan sosial dan ilmu budaya lain. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) hanyalah sebuah mata kuliah, atau suatu bahan studi, yang dirancang untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran yang diberikan sebagai usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan sehingga lebih peka terhadapnya.

Disajikannya Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai mata kuliah bertujuan untuk membina mahasiswa agar mereka memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial dan budaya di lingkungan masyarakatnya, baik ketika ia masih menjadi mahasiswa maupun setelah ia keluar dari Perguruan Tinggi untuk terjun langsung mengabdi kepada bangsa dan negara. Sementara itu, masalah-masalah sosial tersebut juga bersifat kompleks adanya, karena untuk mempelajari dan memecahkannya harus menggunakan pendekatan multidisipliner dari berbagai ilmu pengetahuahttp://nuansa.co/katalog/ilmu-sosial-dan-budaya-dasar-untuk-kesehatan/n sosial dan budaya.

Selain itu, tujuan disajikannya Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai mata kuliah di Perguruan Tinggi adalah untuk mendidik dan melatih kepekaan mahasiswa sebagai agen perubahan terhadap masalah-masalah sosial dan budaya serta tanggap untuk ikut serta dalam menanggulangi persoalan tersebut. Masalah-masalah sosial tersebut bisa berupa kemiskinan, penyakit, konflik antarsuku dan lain-lain, yang penyelesaiannya membutuhkan peran serta dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa.

Baca lebih lanjut buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar untuk Kesehatan karya Dr. Asep Achmad Hidayat, Elang Mohamad Atoilah, dan Engkus Kusnadi (Penerbit Nuansa, 2015)

isbd full

 

123 Ayat tentang Seni

123 Ayat tentang Seni

Oleh Remy Sylado

Diantar dengan banyak takzim, yang berarti kemauan tulus untuk merendah di depan Tuan-Tuan dan Puan-Puan, tetapi juga disertai dengan sedikit jemawa—maaf, punten, nuwun sewu—karena alasan pengetahuan membanding-bandingkan dengan buku-buku yang ada dalam kepustakaan kita, maka dengan ini hendak saya katakan bahwa belum pernah ada buku seperti 123 Ayat Tentang Seni dalam kepustakaan kita tersebut: buku yang menyajikan pengertian asasi kepelbagaian kesenian dalam ladang bahasan keindahan yang menyeluruh namun mufrad.

Continue Reading

Meraup Laba dari Budidaya Ikan Belut

Meraup Laba dari Budidaya Ikan Belut

Oleh Budi Samadi

Sejak dahulu belut dikenal sebagai jenis ikan air tawar penghasil daging. Sumber protein hewani yang penting sebagai bahan pangan bagi masyarakat terdapat dalam daging belut. Walaupun popularitas dan peningkatan produksinya kalah cepat dibandingkan ikan gurame, lele, mas, nila, dan bawal, belut tetap digemari masyarakat sehingga banyak dicari konsumen. Ini karena kandungan gizi yang terdapat dalam daging belut cukup tinggi, lagi pula cita rasa dagingnya sangat lezat. Untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi belut guna mencukupi kebutuhan konsumen, perlu adanya pemahaman bagi Anda yang berkeinginan membudidayakan belut terhadap beberapa faktor berikut.

Continue Reading

Meraup Laba dari Usaha Pembesaran Ikan Lele

Meraup Laba dari Usaha Pembesaran Ikan Lele

Oleh Budi Samadi

Sejak zaman dahulu, ikan lele sudah dikenal oleh masya­rakat sebagai bahan pangan yang merakyat. Lele merupakan komoditas perikanan yang penting, yang seolah ti­dak dapat dipisahkan dari kebutuhan pangan (lauk) masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, ikan lele telah lama populer di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sebagai bahan pangan, daging ikan lele memiliki kandungan protein tinggi. Lebih dari itu, daging ikan lele juga mengandung zat-zat nutrisi lainnya seperti kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, dan vitamin.

Continue Reading

Beternak Ayam Petelor

Beternak Ayam Petelor

Oleh Drh. Yonathan Rahardjo

Saat ini, telur ayam sudah menjadi kebutuhan pokok. Telur ayam dibutuhkan oleh keluarga-keluarga di Indonesia, baik sebagai lauk dalam menu makan maupun untuk pembuatan kue. Bahkan ada sebagian keluarga yang selalu menyimpan persediaan telur di dapur, karena bisa dijadikan lauk yang praktis dan mudah dibuat, seperti digoreng mata sapi, digoreng dadar, atau direbus. Karena itu, kebutuhan masyarakat terhadap telur ayam terus meningkat.

Continue Reading

Budidaya Sayuran Lokal

Budidaya Sayuran Lokal

Oleh Dr. Rahmat Rukmana dan Herdi Yudirachman, M.T.

Potensi Sayuran Lokal

Sayuran lokal semakin diminati oleh masyarakat, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas, produksi dan kua­litasn­ya dengan berbagai inovasi yang murah dan mudah diaplikasikan. Tren ini dengan jelas menunjukkan bahwa potensi pengembangan produk-produk sayuran lokal mempunyai prospek yang baik dan menjanjikan.

Continue Reading

Fungsi Pers dalam Masyarakat

Fungsi Pers dalam Masyarakat

Oleh Kustadi Suhandang

Dalam konteks komunikasi, pers merupakan media massa yang berfungsi menyalurkan dan memperlancar sampainya pesan komunikasi kepada komunikan atau khalayak. Memperlancar dalam arti mempermudah penerimaan khalayak, baik dari segi pengertiannya maupun perolehannya. Karenanya, dalam hal ini, pers berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang mau dan mampu menerjemahkan pesan komunikasi yang dimaksud komunikator ke dalam pesan komunikasi yang bisa dipahami komunikannya. Penerapannya dalam kehidupan masyarakat, pers membawa fungsi informatif dan interpretatif mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, sebagai alat kehidupan sehari-hari, sebagai penghibur, sebagai alat untuk mempertahankan prestise sosial, dan sebagai penghubung dalam pengertian untuk mempertahankan kehidupan di mana ukuran moral terus berkembang (Schramm, 1954: 181).

Continue Reading

Dicintai Penduduk Langit dan Bumi

Dicintai Penduduk Langit dan Bumi

Oleh Abu Dzikra & Sodik Hasanuddin

Setelah kaum muslim berhijrah dari Makkah ke Madinah, Rasul mempersaudarakan kaum Muhajirin (yang hijrah dari Mekah) dengan kaum Anshar, yaitu penduduk Madinah. Persaudaraan ini berlangsung dengan cara yang harmonis dan mempesona.

Continue Reading

Lomba Nyanyi Reality Show

Lomba Nyanyi Reality Show

Oleh Adjie Esa Poetra

Seperti Indonesian Idol, AFI dan lain-lain benar-benar mengandalkan realitas kompetisi. Keriteria yang digunakan hanyalah Impressi atau kesimpulan kesan juri terhadap pementasan peserta tersebut. Cara penjurian pada babak audisi awal (saat masih diikuti ribuan peserta) adakalanya hanya berdasarkan angka nilai tertinggi yang dikumpulkan dari para juri.

Continue Reading

Budidaya Jamur

Budidaya Jamur

Oleh Roy Genders

Buku ini disusun untuk membantu siapa pun yang memerlukan informasi mengenai bagaimana tumbuhan jamur dapat menghasilkan bisnis yang menguntungkan. Juga memberi informasi bagi siapa pun yang berharap menggunakan tumbuhan jamur sebagai tumbuhan khusus atau sebagai tambahan penghasilan mingguan. Buku ini akan memberi informasi bagus dan memberi saran pemikiran serius sebelum Anda memulai menanam jamur.

Penyusun telah berusaha sebaik mungkin untuk menunjukkan kegagalan maupun keberhasilan yang dialami secara langsung oleh penyusun sendiri sebagai petani komersial setiap pagi hari.
Penyusun mengucapkan terimakasih kepada W. ­Darlington & Son, Ltd., Geo. Munro, Ltd., dan Universitas Pertanian South Eastern, Kent atas bantuan yang selalu berharga. Juga terima­kasih kepada semua staf firma jamur Lyndhurst Road yang telah memberi bantuan yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Sekali lagi saya ucapkan “terimakasih”.

 

Baca lebih lanjut buku Jamur: Budidaya dan Bisnis karya Roy Genders (Penerbit Nuansa, 2013)

jamur 600x560