Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

June 2016

Beberapa Kesalahan Penafsiran tentang Pengalaman Nabi sebagai Penggembala

Beberapa Kesalahan Penafsiran tentang Pengalaman Nabi sebagai Penggembala

Oleh Prof. Abdul hamid Siddiqi

Begitu pentingnya sehingga, ketika para penulis biografi Nabi dari Barat menulis kisah-hidupnya, mereka sangat menekankan pengalaman-pengalaman mental Nabi sebagai seorang peng­gembala. Mereka ingin memberikan kesan bahwa apa yang disebut Nabi sebagai wahyu itu tidak lain kecuali ingatannya terhadap kehidupan penggembalaannya. “Karena itu, kita dapat menduga,” tegas William Muir, “betapa berharganya suatu keyakinan yang mendalam dan sungguh-sungguh pada Tuhan sebagai sebab yang selalu hadir dan serba mengatur; sebuah keyakinan yang pada hari-hari sesudahnya ingin ditegakkan Nabi dari memori, tidak diragukan lagi, akan masa-masa awal ini oleh dorongan yang memikat dan menggetarkan hati pada cara kerja halus alam dan penyelarasan yang berguna terhadap Pemeliharaan yang selalu hadir.”

Continue Reading

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani

Oleh Syaikh Muhammad al-Kaznazani al-Husaini

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani lahir di Jailan, sebelah barat Iran, pada tahun 1077 M, dari pasangan suami-istri sufi ternama pada zaman mereka. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad Saw dari kedua orangtua beliau. Ayah beliau, Sayyid ‘Abdullah az-Zahid (secara harfiah “sang Sufi”) adalah putra Sayyid Yahya, ibn Sayyid Muhammad, ibn Sayyid Dawud, ibn Sayyid Musa, ibn Sayyid ‘Abdullah, ibn Sayyid Musa al-Jun, ibn Sayyid ‘Abdullah al-Mahdh, ibn Sayyid Hasan al-Mutsanna, ibn Imam Hasan As, ibn Imam ‘Ali ibn Abi Thalib Ra, Kw, saudara sepupu laki-laki Nabi Muhammad Saw. Dan as-Sayyidah Fathimah az-Zahrah As, putri Nabi Muhammad Saw.

Continue Reading

Bangunan Ka’bah

Bangunan Ka’bah

Oleh Saniyasnai Khan

Ismail tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah dan penuh kasih. Ibrahim dan Ismail diperintahkan oleh Allah agar membangun Rumah Allah—Ka’bah di Makkah. Mereka mengambil batu-batu dari dekat perbukitan dan mulai bekerja. Untuk tanah suci ini, Ibrahim berdoa, “Wahai Tuhanku, jadikanlah tanah ini aman, dan berilah penduduknya buah-buahan sebagaimana mereka telah beriman kepada Allah dan hari akhirat.”

Continue Reading