Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

August 2016

Antara Mengarang dan Menulis

Antara Mengarang dan Menulis

Sebenarnya istilah mengarang dan menulis dalam bahasa Indonesia digunakan sepadan dan bergantian. Namun, jika diselisik lagi maknanya, mengarang lebih dekat pada aktivitas berimajinasi, sedangkan menulis lebih dekat pada aktivitas mekanis menata kata hingga membentuk sebuah karangan.
Mengarang itu gampang kata Arswendo Atmowiloto dalam bukunya, tetapi menulis itu sulit kata Budi Darma dalam salah satu artikel lawasnya di Kompas. Ya, seseorang yang terlambat masuk kantor atau sekolah mungkin mudah mengarang alasan mengapa ia terlambat. Coba alasan itu dituliskan dalam satu halaman kertas, mungkin ia akan mengalami kesulitan.

Continue Reading

Orang Melihat, Orang Melakukan

Orang Melihat, Orang Melakukan

Saya: Jika keinginan Anda adalah bahwa ketika menginstruksikan siswa Anda membatasi diri pada gaya ekspositori dengan kerumitan terkecil, konsisten dengan materi pelajaran dan populasi sasaran, hasil seperti itu lebih mungkin tercapai jika eksposisi Anda sendiri adalah isomorfik dengan apa yang diinginkan.
Anda: Huh?
Saya: Jika Anda ingin siswa Anda menggunakan bahasa yang sederhana ketika mereka mengajar, Anda harus menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar.
Anda: Mengapa Anda tidak mengatakannya?
Saya: Saya baru saja melakukannya.
Anda: Lalu, kenapa Anda tidak menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar?
Saya: Jangan lakukan seperti apa yang saya lakukan. Lakukanlah seperti apa yang saya katakan!
Dialog yang sedikit konyol itu memberikan gambaran tentang prinsip-prinsip modeling, yaitu mempraktikkan apa yang Anda khotbahkan.
Meskipun benar bahwa kita belajar dengan berlatih, dengan berbuat, dan dengan mendapat hadiah atau kemajuan kita, benar juga bahwa sebagian besar dari apa yang kita pelajari dipelajari melalui peniruan. Kebanyakan dari apa yang kita pelajari berasal dari melihat orang lain melakukan sesuatu yang membuat kita kemudian mampu melakukan—atau berani melakukan. Ketika kita melihat orang lain melakukan sesuatu, ada kecenderungan pada kita untuk meniru tindakan mereka. Orang melihat, orang melakukan. Continue Reading