Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Mathori A Elwa

NU: Miniatur Indonesia

NU: Miniatur Indonesia

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Sebagai warga NU, kita harus mengambil sikap dalam mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi berbagai tantangan yang kian beragam. Janganlah kita terfokus pada satu bidang garapan. Kita perlu menyebar dan menggeluti berbagai profesi. Continue Reading

Kesenjangan NU

Kesenjangan NU

Oleh Khofifah Indar Parawansa

Dinamika Nahdlatul Ulama (NU) telah berhasil melewati berbagai perubahan zaman. Kekuatan NU sangat diperhitungkan oleh masyarakat global—sebuah makna kesejagatan ormas jam‘iyyah dîniyyah yang berdiri pada tahun 1926. Amerika Serikat, misalnya, menempatkan NU pada posisi strategis. Argumentasinya, antara lain, karena faktor kebutuhan terhadap mitra strategis global, mengingat NU merupakan jangkar strategis kekuatan Islam moderat dunia. Continue Reading

Cinta, Cinta, dan Cinta...

Cinta, Cinta, dan Cinta…

Oleh Miftah Fauzi Rakhmat

Hari ini Sabtu, awal pekan yang baru. Geliat rutinitas kembali mengantarkan hari yang padat beraktivitas. Televisi menemani kami untuk mengetahui apa yang sedang hangat dikupas. Ada tiga hal topik utama: dimulainya pekan kenangan perang Iran dan Irak, dibukanya tahun ajaran sekolah yang baru, dan rencana pidato presiden di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Semua isu itu hangat, menarik, dan pasti melibatkan seluruh rakyat. Secara waktu, minggu ini merupakan pekan kenangan perang Iran-Irak. Orang Iran menyebutnya pekan pertahanan suci, hafteh difa‘e muqaddas. Continue Reading

Pesantren, Santri, Puisi

Pesantren, Santri, Puisi

Oleh Acep Zamzam Noor

Puncak-puncak puisi Islam klasik sebagian besar bertalian dengan tasawuf, hal ini terutama karena ditulis oleh para penyair sufi atau yang berkecenderungan sufistik dan punya hubungan erat dengan tasawuf. Munculnya tokoh-tokoh tasawuf seperti Rumi, Sana’i, Attar atau Al-Hallaj dalam panggung sejarah peradaban dan kebudayaan Islam, telah menunjukkan bahwa tasawuf dan kesusastraan—khususnya puisi—hampir tak bisa dipisahkan satu sama lain. Pengalaman-pengalaman kerohanian mereka begitu kerap diungkapkan dalam wujud puisi yang indah dan tinggi nilainya. Begitu pula pesan-pesan dan gagasan-gagasan mereka tentang Tuhan, manusia, moralitas, kemasyarakatan dan sebagainya. Continue Reading

Kunci Surga yang Terbuang

Kunci Surga yang Terbuang

Oleh KH Jalaluddin Rakhmat

Pernahkah Anda melihat, di layar televisi, bayi-bayi kurus tergolek—perut kembung, mata cekung, tulang iga yang mencuat, dan batok kepala yang tampak membesar. Di samping mereka, wanita-wanita meraung, dan anak-anak yang masih hidup perlahan-lahan beringsut seperti menjemput maut. Segera setelah itu, seorang wanita kulit putih menceritakan bencana kelaparan di Ethiopia. Diperkirakan, sembilan juta orang ditimpa kelaparan kritis, ratusan orang mati setiap hari, dan diduga, sampai bulan Mei 1985, lebih dari setengah juta orang meninggal dunia. Continue Reading

Argumentasi Aliran Moderat

Argumentasi Aliran Moderat

Oleh Siti Musdah Mulia

Sebagaimana aliran konservatif, aliran moderat juga meng­gunakan ayat dan hadis sebagai landasan teologis. Bahkan, kelompok ini menggunakan dalil yang sama untuk memperkuat pendapat mereka. Hanya saja, mereka memilih interpretasi lain terhadap dalil-dalil itu. Interpertasi yang digunakan oleh aliran ini terkesan lebih rasional, lebih humanis, dan lebih akomodatif terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta lebih ramah terhadap perempuan. Continue Reading

Membentuk Keluarga Pembelajar

Membentuk Keluarga Pembelajar

oleh: Siti Musdah Mulia

Keluarga adalah dasar dari kehidupan seseorang. Kalau dalam keluarga baik, di luar juga baik. Keluarga bisa menjadi surga dan neraka bagi penghuninya. Karenanya, ketenteraman dan kedamaian dalam keluarga harus dijaga supaya kita bisa membangun dan merasakan surga sejak di bumi. Continue Reading

Bila Ibu Harus Kerja, Bagaimana dengan Anak?

Bila Ibu Harus Kerja, Bagaimana dengan Anak?

Oleh Maya Mar’atus Shalihah

Ayah tidak dapat bekerja lagi setelah sakit stroke yang menyebabkan tangan dan kaki kirinya lumpuh. Ketiga anaknya masih kecil sehingga belum bisa membantu secara signifikan. Sementara kebutuhan keluarga semakin bertambah. Apalagi dengan biaya pengobatan ayah yang tidak bisa dikatakan murah, secara otomatis menambah daftar kebutuhan. Kebutuhan keluarga menjadi semakin membengkak. Untuk mengandalkan saudara atau orangtua jelas tidak mungkin, karena mereka juga memiliki keluarga dan kebutuhan masing-masing. Kondisi inilah yang akhirnya menuntut ibu untuk menjadi pencari nafkah utama untuk keluarganya. Continue Reading

ULANG TAHUN

ULANG TAHUN

Oleh K.H.M. Yusuf Chudlori

Tanya: Gus, mohon penjelasan sebenarnya bagaima­nakah hukum merayakan dan memeriahkan hari ulang tahun dengan berbagai pesta. Dalam adat Jawa ada istilah nylameti hari weton, misalnya Jumat Kliwon. Acara yang diadakan biasanya dengan memberikan bancakan makanan kepada para tetangga. Sejauh manakah kita harus mengucapkan “selamat hari ulang tahun,” sebagai doa untuk orang yang sedang merayakannya?—Maulida, Mungkid Continue Reading