Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Berapa Lama Buku Anda Menjadi “Milik” Penerbit

Berapa Lama Buku Anda Menjadi “Milik” Penerbit

ANDA SUDAH MENERBITKAN BUKU DI PENERBIT MAYOR? APAKAH ANDA PERNAH MENGECEK SAMPAI KAPAN PENERBIT TERSEBUT DAPAT MENGEKSPLOITASI HAK EKONOMI PADA BUKU ANDA? BIASANYA PENERBIT AKAN MEMINTA HAK EKSPLOITASI ANTARA 5 S.D. 10 TAHUN. SETELAH MASA ITU TERLAMPAUI, PENERBIT AKAN KEMBALI MENYERAHKAN HAK EKONOMI (HAK PENERBITAN) KEPADA PENULIS. SEBAGAI CONTOH, KEMDIKBUD MENGUASAI HAK EKSPLOITASI TERHADAP BUKU SEKOLAH SAMPAI DENGAN 15 TAHUN (BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK).

Sayangnya kadang penulis memang tidak hirau dengan soal masa eksploitasi hak ekonomi (hak penerbitan) tersebut. Alhasil, buku terbit seolah-olah sudah tidak dapat diambil kembali hak penerbitannya. Pasalnya, banyak kejadian kemudian penerbit tutup atau penerbit tidak berniat lagi mencetak ulang buku. Di satu sisi, buku tersebut masih banyak yang mencari.

Boleh jadi juga memang pasal tentang lamanya eksploitasi naskah tersebut tidak diadakan sehingga seolah-olah hak penerbitan tersebut menjadi milik penerbit tanpa batasan. Coba cek tulisan tentang contoh draf perjanjian penerbit yang pernah saya tulis.

Di luar negeri, sangat terbiasa para penulis bergonta-ganti penerbit dalam masa tertentu. Hal tersebut memperlihatkan tingginya posisi tawar seorang penulis, apalagi jika karyanya diminati. Ia bisa berpindah ke penerbit yang lebih besar atau menawarkan kompensasi yang lebih menarik. Anda akan menemukan ketentuan tersebut pada pasal 3.

Masa Eksploitasi

Normalnya memang hak eksploitasi berlaku antara 3 s.d. 5 tahun sehingga kemudian jika penerbit ingin menerbitkan atau mencetak ulang, terjadi negosiasi baru terkait besaran royalti. Beberapa penerbit memang ada yang memberlakukan royalti progresif yaitu naik 1% setiap kali cetak ulang. Batasan 3 s.d. 5 tahun itu juga terkait dengan pembaruan isi jika memang diperlukan revisi maka akan diturunkan dalam perjanjian baru atau addendum.

Jadi, patut ditanyakan apakah pasal atau ayat tentang masa eksploitasi buku tercantum pada surat perjanjian kerja sama penerbitan. Jika tidak, sebaiknya diusulkan diadakan sehingga Anda akan tahu kapan naskah tersebut dapat ditarik kembali atau dinegosiasikan ulang. Memang mungkin saja buku tersebut diterbitkan terus-menerus oleh satu penerbit apabila penulis memang nyaman bekerja sama dengan penerbit.

Alasan-Alasan Pengembalian Hak Ekonomi

Pengembalian hak ekonomi ataupun penarikan kembali hak ekonomi oleh penulis kepada penerbit dapat terjadi karena hal-hal berikut ini:

  1. Penerbit sudah tidak berminat menerbitkan kembali buku tersebut. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan tindakan mengobral buku-buku sisa stock. Meskipun masa eksploitasi belum terlampaui, penulis dapat menanyakan apakah penerbit akan meneruskan perjanjian eksploitasi buku atau tidak.
  2. Masa penerbitan sesuai dengan perjanjian sudah terlampaui.
  3. Penerbit tutup atau tidak beroperasi lagi sehingga tidak ada lagi yang bertanggung jawab terhadap pembayaran royalti atau akibat-akibat lain dari penerbitan buku.
  4. Wanpretasi penerbit terhadap pasal-pasal di dalam perjanjian.

Namun, perlu dipahami bahwa jika hak ekonomi dikembalikan atau ditarik, penulis tidak boleh menggunakan hasil-hasil pengembangan naskah penerbit sebelumnya, yaitu 1) hasil editing; 2) hasil tata letak halaman; 3) hasil desain kover. Semuanya jika ingin diterbitkan ulang harus didesain ulang sehingga menjadi “karya baru” tanpa menggunakan hasil dari penerbit sebelumnya yang hak ciptanya dikuasai oleh penerbit tersebut.

Hasil editing, tata letak (perwajahan) naskah, dan desain kover mengandung hak cipta tersendiri yang dimiliki oleh penerbit. Jadi, semua hasil tersebut tidak boleh digunakan tanpa izin langsung dari penerbit.

***

Semoga bermanfaat sebagai bahan  pengetahuan bagi para penulis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *