Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Bersyukurlah Jika Anda Menganggur

Bersyukurlah Jika Anda Menganggur

Oleh Siti Nur Aryani

Anda butuh uang? Jawab secara jujur tanpa gengsi karena naluri Anda sedang berbicara pada teman paling dekat dan paling mahir menyimpan rahasia, yaitu nurani. Naluri kita selalu mendorong kita punya harta, hidup lebih baik dan seterusnya. Nurani kita pun bersikap wajar menerima dorongan naluri kemanusiaan kita agar tidak hidup melarat dan sengsara. Kita manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa harta.

Harta dibutuhkan karena dengan itu kita bisa mengembangkan kehidupan yang lebih baik. Saya yakin Anda bukanlah tipikal pemilik pemikiran materialistis (matre) yang hidup bergantung pada uang dan harta keduniawian tanpa mengenal sikap sosial. Saya percaya Anda adalah manusia yang lahir dan berkembang dari didikan sekolah, keluarga dan guru-guru agama, bahkan guru spiritual yang selalu mencoba untuk menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat, seimbang antara lahir dan batin, seimbang antara sikap individu dengan sikap sosial dan seterusnya.

Masalahnya, kita berwirausaha sering direcoki masalah sepele sebagai matre dan/atau gemar berburu keduniawian. Sadar atau tidak, pikiran seperti ini dimiliki banyak orang sehingga saat Anda hendak melangkah seolah-olah hanya menjalankan rutinitas, menunaikan kewajiban dan karena itu tidak pernah termotivasi untuk lebih kaya, lebih banyak menghasilkan harta.

Ada lagi pandangan yang beranggapan tugas mencari harta sepenuhnya pada suami sedang istri cukuplah di rumah mengasuh anak dan mengurus keperluan suami. Itu tidak salah dan boleh saja. Namun, bagaimana dengan realitas yang Anda hadapi saat ini? Cukupkah suami kita menghasilkan kebutuhan?

Kalau cukup untuk kebutuhan rumah tangga, apakah kita tidak berpikir bahwa kelak kebutuhan anak-anak kita, kebutuhan sosial keagamaan dan termasuk kebutuhan menyantuni orang-orang sekitar kita?

Saya percaya, hampir setiap orang kalau memiliki harta berlebih akan digunakan untuk banyak kebutuh­an yang bermanfaat. Kalaupun Anda sering melihat banyak orang kaya yang angkuh, sombong dan kikir, itu sesungguhnya bukan tujuan yang kita maksud. Jenis orang seperti itu memang ada dan banyak kita temukan. Ada yang kehidupan ekonominya biasa saja tapi baik hati dan gemar berderma, tetapi ada pula yang kelebih­an harta tetapi pelit. Dari keinginan membaca buku ini saja, saya percaya Anda adalah orang yang i­ngin berbuat baik.

Kembali kepada masalah uang. Ya, kita berburu uang lebih banyak tetapi bukan untuk tujuan mendapat­kan uang itu sendiri, melainkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita.

Uang adalah sarana. Sarana untuk meningkatkan kehidupan kita menjadi lebih baik. Prinsip ini perlu dipegang agar Anda tidak banyak bermasalah karena uang. Anda sering mendengar orang hidup kaya yang hidupnya tidak bahagia padahal banyak uang. Tetapi jangan lupa, bahwa banyak orang yang sengsara karena tidak punya uang. Oleh sebab itu kita mesti berpikir secara wajar dan mudah, yaitu dengan cara mendudukkan uang sebagai sarana, bukan tujuan.

Uang memang ti­dak menyelesaikan ma­s­alah. Tetapi hidup tanpa uang di jaman modern tentu bisa merepotkan. Karena itulah kita harus terus menghasilkan uang dengan cara yang baik. Bersyukurlah jika Anda tidak punya ijazah karena dengan itu yang bisa Anda lakukan ialah wirausaha. Bersyukurlah Anda tidak diterima sebagai karyawan sebab mungkin Tuhan memberikan jalan agar Anda berwirausaha.

Bersyukurlah kalau Anda tidak berhasil jadi anggota DPR, karena dengan itu sebenarnya Anda sedang ditunggu oleh banyak orang untuk menjadi pemimpin dalam usaha yang kemakmurannya akan bisa bermanfaat bagi orang sekitar.

Bersyukurlah menjadi seorang ibu rumah tangga yang tidak bisa bekerja di luar karena Anda akan memiliki fokus pada wilayah produksi,-bahkan di jaman internet sekarang ini pekerjaan sebagai bisnisman atau lebih tepatnya sebagai marketing juga bisa dilakukan tanpa harus banyak meninggalkan rumah.

Lebih hebat lagi itu semua bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga di desa karena internet dan telepon seluler sudah menjembatani komunikasi lintas wilayah bahkan lintas negara.[]

Baca lebih lengkap dalam buku Menjadi Ibu Rumah Tangga Menjadi Pebisnis dari Rumah  karya Siti Nur Aryani (Penerbit Nuansa, 2015)

Menjadi Ibu Rumah Tangga 755

 

One Response

  1. lendra says:

    Mohon dukungan atuh. Sy lg ngembangin Imers di pelosok kabupaten sukabumi. Perlu adanya edukasi terstuktur. Kalo admin berminat mengekposmengekpos hal ini. Sy siap bantu.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *