Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Beternak Ayam Petelor

Beternak Ayam Petelor

Oleh Drh. Yonathan Rahardjo

Saat ini, telur ayam sudah menjadi kebutuhan pokok. Telur ayam dibutuhkan oleh keluarga-keluarga di Indonesia, baik sebagai lauk dalam menu makan maupun untuk pembuatan kue. Bahkan ada sebagian keluarga yang selalu menyimpan persediaan telur di dapur, karena bisa dijadikan lauk yang praktis dan mudah dibuat, seperti digoreng mata sapi, digoreng dadar, atau direbus. Karena itu, kebutuhan masyarakat terhadap telur ayam terus meningkat.

Telur yang banyak terdapat di pasar dan biasa dikonsumsi masyarakat adalah yang berasal dari peternakan ayam petelur. Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Ayam jenis ini berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak.

Memasuki awal tahun 1900-an, ayam liar akrab dengan pola kehidupan masyarakat di pedesaan. Kemudian pada periode 1940-an, mulai dikenal ayam lain selain ayam liar itu, yang kala itu dikenal dengan sebutan ayam Belanda. Selanjutnya, ayam liar yang dipelihara oleh masyarakat di pedesaan disebut ayam kampung, yang kemudian disebut ayam lokal, sementara ayam Belanda disebut dengan ayam luar negeri, yang kemudian lebih akrab dengan sebutan ayam negeri atas ayam ras.

Hingga akhir periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal klasifikasi ayam. Ketika itu, sifat ayam dianggap seperti ayam kampung saja, bila telurnya enak dimakan maka dagingnya juga enak dimakan. Namun, pendapat ternyata keliru karena ayam negeri atau ayam ras ternyata bertelur banyak tetapi dagingnya tidak enak dimakan.

Ayam yang pertama kali masuk ke Indonesia dan mulai diternakan adalah ayam ras petelur jenis white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produksinya. Awalnya orang bersikap antipati terhadap daging ayam ras petelur hingga menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yang khusus pedaging, sementara ayam petelur atau dwiguna mulai menjamur pula. Dari sinilah orang mulai sadar bahwa ayam ras adalah petelur handal dan pedaging yang enak. Maka kemudian terjadi persaingan yang sengit antara telur dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung.

Dengan bertambahnya penduduk dan meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat, maka kebutuhan akan telur ayam—khususnya telur ayam rasa atau ayam negeri—semakin meningkat. Tentu ini merupakan peluang yang besar dan tantangan yang prospektif bagi petani peternak di Indonesia.

Untuk membantu masyarakat dalam menerapkan teknik peternakan ayam petelur—terutama petani peternak, baik yang akan memulai maupun yang sedang menjalankan—maka buku ini membahas seluk-beluk peternakan ayam petelur. Pembahasannya dimulai dari persiapan kandang, pemberian pakan, penanggulangan penyakit, hingga pemanenan dan penanganan pascapanen. Dengan demikian, petani peternak ayam petelur dapat mempraktikkan pemeliharaan yang efisien dan mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Buku ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat, khususnya petani peternak, siswa sekolah kejuruan jurusan peternakan, mahasiswa fakultas pertanian, dan pemerhati peternakan. Semoga bermanfaat.

Dikutip dari buku Beternak Ayam Petelur karya Drh. Yonathan Rahardjo, Penerbit Nuansa 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *