Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dunia Penulisan

Antara Mengarang dan Menulis

Antara Mengarang dan Menulis

Sebenarnya istilah mengarang dan menulis dalam bahasa Indonesia digunakan sepadan dan bergantian. Namun, jika diselisik lagi maknanya, mengarang lebih dekat pada aktivitas berimajinasi, sedangkan menulis lebih dekat pada aktivitas mekanis menata kata hingga membentuk sebuah karangan.
Mengarang itu gampang kata Arswendo Atmowiloto dalam bukunya, tetapi menulis itu sulit kata Budi Darma dalam salah satu artikel lawasnya di Kompas. Ya, seseorang yang terlambat masuk kantor atau sekolah mungkin mudah mengarang alasan mengapa ia terlambat. Coba alasan itu dituliskan dalam satu halaman kertas, mungkin ia akan mengalami kesulitan.

Continue Reading

Fungsi Pers dalam Masyarakat

Fungsi Pers dalam Masyarakat

Oleh Kustadi Suhandang

Dalam konteks komunikasi, pers merupakan media massa yang berfungsi menyalurkan dan memperlancar sampainya pesan komunikasi kepada komunikan atau khalayak. Memperlancar dalam arti mempermudah penerimaan khalayak, baik dari segi pengertiannya maupun perolehannya. Karenanya, dalam hal ini, pers berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang mau dan mampu menerjemahkan pesan komunikasi yang dimaksud komunikator ke dalam pesan komunikasi yang bisa dipahami komunikannya. Penerapannya dalam kehidupan masyarakat, pers membawa fungsi informatif dan interpretatif mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, sebagai alat kehidupan sehari-hari, sebagai penghibur, sebagai alat untuk mempertahankan prestise sosial, dan sebagai penghubung dalam pengertian untuk mempertahankan kehidupan di mana ukuran moral terus berkembang (Schramm, 1954: 181).

Continue Reading

Menulis Sebagai Keterampilan Proses

Menulis Sebagai Keterampilan Proses

Oleh Heri Jauhari

Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa ketiga setelah menyimak dan berbicara, kemudian membaca. Keterampilan menulis ialah keterampilan proses karena hampir semua orang yang membuat tulisan, baik karya ilmiah, nonilmiah, maupun hanya catatan pribadi, jarang yang melakukannya secara spontan dan langsung jadi. Membuat tulisan sederhana pun pasti ada perencanaan dan perbaikan (revisi dan pengeditan), paling tidak dibaca lagi sebelum dianggap jadi. Sehubungan dengan masalah di atas, jangankan dalam menuangkan gagasan, merangkai kata pun sudah merupakan proses. Kita masih ingat waktu kita kali pertama belajar menulis di sekolah dasar, kita tidak belajar langsung merangkai kata, melainkan melalui proses panjang. Pertama-tama merangkai fonem vokal dan konsonan, kemudian menjadi kata, sampai pada kalimat dan paragraf. Semua proses itu menghabiskan waktu cukup lama. Tahapan-tahapan pembelajaran menulis itu perlu dilalui semua orang karena sampai sekarang belum ada metode pembelajaran menulis yang membuat anak sekolah dasar atau taman kanak-kanak langsung bisa membuat kata atau kalimat. Itulah salah satu ciri menulis sebagai keterampilan proses.

Continue Reading

Jurnalistik Masa Depan

Jurnalistik Masa Depan

Oleh Asep Syamsul M. Romli

Sifat multimedia pada jurnalistik online menjadikannya sebagai jurnalistik masa depan: wartawan tidak hanya menyusun teks berita dan menampilkan foto, tapi juga melengkapinya dengan suara dan gambar (audio-video).
Dengan jurnalistik online pula, kini tidak ada lagi istilah “berita tidak dapat dipublikasikan” alias hanya menjadi arsip tulisan di komputernya, karena jika media tempatnya bekerja menolak memuat beritanya, ia dapat memuatnya di blog atau situs jejaring sosial.

Continue Reading

Para Penulis Semestinya Tipe Pembaca ini

Para Penulis Semestinya Tipe Pembaca ini

SEWAKTU ADA PAMERAN BUKU DI BANDUNG, SAYA MEMBELI BUKU KARYA MORTIMER ADLER DAN CHARLES VAN DOREN BERJUDUL HOW TO READ A BOOKYANG DITERJEMAHKAN PENERBIT NUANSA. BUKU INI ADALAH BUKU KLASIK YANG TERBIT TAHUN 1972. SAYA TERTARIK KARENA ADLER DAN DOREN MENDORONG KITA UNTUK MENJADI PEMBACA YANG CERDAS, APALAGI JIKA KITA BERPROFESI SEBAGAI PENULIS. Continue Reading

Berapa Lama Buku Anda Menjadi “Milik” Penerbit

Berapa Lama Buku Anda Menjadi “Milik” Penerbit

ANDA SUDAH MENERBITKAN BUKU DI PENERBIT MAYOR? APAKAH ANDA PERNAH MENGECEK SAMPAI KAPAN PENERBIT TERSEBUT DAPAT MENGEKSPLOITASI HAK EKONOMI PADA BUKU ANDA? BIASANYA PENERBIT AKAN MEMINTA HAK EKSPLOITASI ANTARA 5 S.D. 10 TAHUN. SETELAH MASA ITU TERLAMPAUI, PENERBIT AKAN KEMBALI MENYERAHKAN HAK EKONOMI (HAK PENERBITAN) KEPADA PENULIS. SEBAGAI CONTOH, KEMDIKBUD MENGUASAI HAK EKSPLOITASI TERHADAP BUKU SEKOLAH SAMPAI DENGAN 15 TAHUN (BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK). Continue Reading

Royalti untuk Ahli Waris

Royalti untuk Ahli Waris

Manistebu.com | Sebuah surat pembaca Kompas yang diterbitkan Jumat/19 Februari 2016 tentang royalti penerbitan kamus sempat disebarkan secara viral di media sosial. Adalah ahli waris Bapak WJS Poerwadarminta, penyusun Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) yang menuntut pihak PT Balai Pustaka membayarkan royalti yang tertunggak. Winardi Poerwadinata yang menulis surat pembaca menuntut BP untuk meminta sisa royalti hak cipta atas buku kamus edisi ke-III, cetakan ke-XII, 2014. KUBI sendiri kali pertama terbit tahun 1953. Continue Reading

Dicari Naskah Novel Remaja dan Umum

Dicari Naskah Novel Remaja dan Umum

Penerbit Medium (Group Nuansa Cendekia) mencari naskah novel remaja dan novel umum. Syarat-syarat naskah sebagai berikut:

NILAI LEBIH:
Naskah yang paling diminati tentu saja yang memiliki nilai lebih dari buku-buku yang sudah beredar. Oleh karena itu sebagai penulis Anda mestinya menjelaskan beberapa sisi nilai lebih dari buku yang Anda tulis tersebut. Continue Reading