Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Kaifiya

Miskin Pikiran

Miskin Pikiran

Oleh Hasanudin Abdurakhman

“Miskin harta itu gampang sembuhnya, cukup dengan bekerja. Tetapi kebanyakan orang miskin itu bukan miskin harta, mereka miskin pikiran.” Emak selalu mengomelkan hal itu kepada kami sejak kami masih kecil. Ada banyak orang miskin di kampung kami ketika itu. Rumahnya reot, nyaris tumbang. Atap bocor di sana-sini. Demikian pula, dinding rumahnya bolong di berbagai tempat. Rumah juga tanpa perabot. Untuk tidur, mereka pakai tikar pandan yang sudah robek. Sekadar piring makan saja mereka pakai piring seng yang sudah berkarat.

Continue Reading

Lomba Nyanyi Reality Show

Lomba Nyanyi Reality Show

Oleh Adjie Esa Poetra

Seperti Indonesian Idol, AFI dan lain-lain benar-benar mengandalkan realitas kompetisi. Keriteria yang digunakan hanyalah Impressi atau kesimpulan kesan juri terhadap pementasan peserta tersebut. Cara penjurian pada babak audisi awal (saat masih diikuti ribuan peserta) adakalanya hanya berdasarkan angka nilai tertinggi yang dikumpulkan dari para juri.

Continue Reading

Website Development Fundamental

Website Development Fundamental

Website sudah menjadi kebutuhan kita semua, terutama yang memiliki perusahaan, organisasi, atau situs media online tertentu. Pembangunan website saat ini telah berkembang pesat, tidak semata untuk asal tayang. Daya tarik menjadi sebuah faktor yang penting mengingat saat ini kompetisi visual telah berkembang begitu pesat.

Continue Reading

Pengalaman sebagai Sumber Penulisan Puisi

Pengalaman sebagai Sumber Penulisan Puisi

 Oleh Soni Farid Maulana

PADA dasarnya, menulis puisi adalah mengekspresikan sebentuk pengalaman dengan media kata-kata. Pengalaman yang diekspresikannya itu bisa berupa pengalaman hubungan manusia dengan Tuhan, dengan di­rinya sendiri, dengan sesama, maupun dengan alam. De­ngan demikian, dapat disimpulkan bahwa menulis puisi merupakan sebuah kegiatan ruhani, yang mengekspresikan hubungan manusia dengan segala hal, baik secara fisik maupun metafisik. Continue Reading

Bila Ibu Harus Kerja, Bagaimana dengan Anak?

Bila Ibu Harus Kerja, Bagaimana dengan Anak?

Oleh Maya Mar’atus Shalihah

Ayah tidak dapat bekerja lagi setelah sakit stroke yang menyebabkan tangan dan kaki kirinya lumpuh. Ketiga anaknya masih kecil sehingga belum bisa membantu secara signifikan. Sementara kebutuhan keluarga semakin bertambah. Apalagi dengan biaya pengobatan ayah yang tidak bisa dikatakan murah, secara otomatis menambah daftar kebutuhan. Kebutuhan keluarga menjadi semakin membengkak. Untuk mengandalkan saudara atau orangtua jelas tidak mungkin, karena mereka juga memiliki keluarga dan kebutuhan masing-masing. Kondisi inilah yang akhirnya menuntut ibu untuk menjadi pencari nafkah utama untuk keluarganya. Continue Reading