Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Qalam

Menghadirkan Kembali Pengarang

Menghadirkan Kembali Pengarang

Oleh Maman S. Mahayana

Betulkah pengarang tidak penting lagi ketika pembaca berhadapan dengan teks (sastra)? Meskipun perkaranya berbeda dengan kematian tuhan yang diproklamasikan Nietzsche, boleh jadi semangatnya semata-mata hendak merayakan kebebasan pembaca menafsir-maknai teks; atau memang kenyata­annya begitu, yakni sesaat setelah teks lepas dari penulis-pe­ngarangnya, seketika itu juga terbentang garis demarkasi yang memisahkan teks dengan pengarang. Teks lalu diperlakukan laksana anak panah yang lepas dari busurnya. Bukankah anak panah yang meluncur dan melenceng atau menancap pada sasarannya tidak lagi berhubungan dengan busurnya? Tetapi bagaimana anak panah itu bisa lepas? Bukankah daya luncur itu juga bergantung pada model busurnya; bergantung pada siapa pemanahnya, Robinhood atau Srikandi? Continue Reading