Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Qalam

Isi Ajaran Para Nabi

Isi Ajaran Para Nabi

Oleh Hamid Muhammad
Isi dan kandungan ajaran yang disampaikan seorang nabi adalah bimbingan paripurna Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang Maha Pemelihara untuk menyempurnakan manusia. Bimbingan seperti ini tentu berlandaskan pada keesaan Tuhan dan setidaknya akan memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Mengajarkan sendi-sendi ihwal asal-muasal (al-mabda’) realitas bahwa segala sesuatu adalah berasal dari Realitas Tunggal (al-haqq al-wahîd), yang tak lain adalah Hakikat Zat Tuhan itu sendiri dan ihwal bagaimana Sifat-sifat Tuhan Yang Mahasuci seperti Yang Maha Mengetahui, Yang Mahakuasa, Yang Mahahidup, dan seterusnya.
  • Mengajarkan ihwal hakikat kehidupan dan perjalanan jiwa manusia sejak lahir hingga mati dan apa yang dialami manusia sesudah kematiannya (al-ma’âd) dan ihwal bagaimana seorang manusia bisa mencapai kebahagiaan abadi yang sejati dalam Limpahan Rahmat-Nya di alam keabadian tersebut.

Continue Reading

Menghadirkan Kembali Pengarang

Menghadirkan Kembali Pengarang

Oleh Maman S. Mahayana

Betulkah pengarang tidak penting lagi ketika pembaca berhadapan dengan teks (sastra)? Meskipun perkaranya berbeda dengan kematian tuhan yang diproklamasikan Nietzsche, boleh jadi semangatnya semata-mata hendak merayakan kebebasan pembaca menafsir-maknai teks; atau memang kenyata­annya begitu, yakni sesaat setelah teks lepas dari penulis-pe­ngarangnya, seketika itu juga terbentang garis demarkasi yang memisahkan teks dengan pengarang. Teks lalu diperlakukan laksana anak panah yang lepas dari busurnya. Bukankah anak panah yang meluncur dan melenceng atau menancap pada sasarannya tidak lagi berhubungan dengan busurnya? Tetapi bagaimana anak panah itu bisa lepas? Bukankah daya luncur itu juga bergantung pada model busurnya; bergantung pada siapa pemanahnya, Robinhood atau Srikandi? Continue Reading