Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Pendidikan

Itu Bukan Uangku

Itu Bukan Uangku

Oleh: Hermawan Akhsan
Bel pulang sekolah sudah berbunyi hampir setengah jam yang lalu. Para siswa SMP Merah Putih sebagian besar sudah meninggalkan sekolah. Tapi karena ada sesuatu yang harus dikerjakan, Andi pulang belakangan sendirian. Ia tidak mau menunda pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini.
Andi siswa kelas delapan di SMP Merah Putih.
Baru saja beberapa belas langkah melewati gerbang sekolah, Andi berhenti. Matanya menangkap sebuah benda berbentuk segiempat tak jauh dari perdu pohon di pinggir jalan aspal. Andi mendekat, lalu membungkuk dan memungut benda itu. Sebuah amplop panjang. Agak tebal dan berat. Tebal isinya mungkin hampir satu sentimeter.
“Apa, ya, isinya?” pikir Andi. “Dokumen penting barangkali?”

Continue Reading

Miskin Pikiran

Miskin Pikiran

Oleh Hasanudin Abdurakhman

“Miskin harta itu gampang sembuhnya, cukup dengan bekerja. Tetapi kebanyakan orang miskin itu bukan miskin harta, mereka miskin pikiran.” Emak selalu mengomelkan hal itu kepada kami sejak kami masih kecil. Ada banyak orang miskin di kampung kami ketika itu. Rumahnya reot, nyaris tumbang. Atap bocor di sana-sini. Demikian pula, dinding rumahnya bolong di berbagai tempat. Rumah juga tanpa perabot. Untuk tidur, mereka pakai tikar pandan yang sudah robek. Sekadar piring makan saja mereka pakai piring seng yang sudah berkarat.

Continue Reading

Orang Melihat, Orang Melakukan

Orang Melihat, Orang Melakukan

Saya: Jika keinginan Anda adalah bahwa ketika menginstruksikan siswa Anda membatasi diri pada gaya ekspositori dengan kerumitan terkecil, konsisten dengan materi pelajaran dan populasi sasaran, hasil seperti itu lebih mungkin tercapai jika eksposisi Anda sendiri adalah isomorfik dengan apa yang diinginkan.
Anda: Huh?
Saya: Jika Anda ingin siswa Anda menggunakan bahasa yang sederhana ketika mereka mengajar, Anda harus menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar.
Anda: Mengapa Anda tidak mengatakannya?
Saya: Saya baru saja melakukannya.
Anda: Lalu, kenapa Anda tidak menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar?
Saya: Jangan lakukan seperti apa yang saya lakukan. Lakukanlah seperti apa yang saya katakan!
Dialog yang sedikit konyol itu memberikan gambaran tentang prinsip-prinsip modeling, yaitu mempraktikkan apa yang Anda khotbahkan.
Meskipun benar bahwa kita belajar dengan berlatih, dengan berbuat, dan dengan mendapat hadiah atau kemajuan kita, benar juga bahwa sebagian besar dari apa yang kita pelajari dipelajari melalui peniruan. Kebanyakan dari apa yang kita pelajari berasal dari melihat orang lain melakukan sesuatu yang membuat kita kemudian mampu melakukan—atau berani melakukan. Ketika kita melihat orang lain melakukan sesuatu, ada kecenderungan pada kita untuk meniru tindakan mereka. Orang melihat, orang melakukan. Continue Reading

Kaji Ulang Pentingnya Homeschooling

Kaji Ulang Pentingnya Homeschooling

Oleh Mary Griffith

Bayangkan dua pelajar, masing-masing berumur kira-kira lima belas tahun, duduk di depan sebuah meja sambil mengerjakan soal geometri. Keduanya menggunakan kertas dan pensil, mungkin sebuah penggaris dan jangka, dan buku teks yang sama. Dari penampilan luar, masing-masing mengerjakan hal yang sama dengan yang lain. Tapi salah seorang tidak pergi sekolah dan yang lain pergi ke sekolah tradisional.

Continue Reading

Matematika itu Mudah

Matematika itu Mudah

Oleh Dede Supriyadi, S.T.
Founder Prestise Group dan penulis buku Rahasia Berhitung
Cepat & Mudah Metode Batang Napier

Konon, matematika adalah akronim dari “makin tekun makin tidak karuan” alias semakin dipelajari semakin sulit. Pandangan ini muncul karena adanya pola pengajaran matematika yang kurang pas sejak pendidikan dasar. Ada anggapan bahwa dalam mengerjakan soal matematika hanya ada satu cara. Tentu, anggapan seperti ini harus diluruskan karena nyatanya ada berbagai cara dalam menjawab soal matematika.

Continue Reading

Senang Membaca

Senang Membaca

Oleh Anna Farida

Minat dan keterampilan baca adalah hal yang sangat penting bagi remaja. Bukan hanya untuk pencapaian akademisnya, tapi juga untuk hidupnya secara keseluruhan. Remaja yang terampil dan gemar membaca biasanya mudah memahami sesuatu, mampu mengkaji informasi dengan cepat dan kritis. Di era teknologi informasi yang serba­digital, mereka tetap memerlukan keterampilan membaca teks secara efektif, baik di buku maupun di layar.

Continue Reading

Sekolah Masa Depan

Sekolah Masa Depan

Oleh Anna Farida, Suhud Rois, Edi S. Ahmad

Bagaimana kalau ada sekolah yang cirinya kebalikan dari keluh­an di atas? Sebuah sekolah yang selalu didatangi anak-anak dengan antusias. Sekolah yang masih saja meriah dengan canda riang murid-muridnya walau jam sekolah telah usai. Sekolah yang membuat orangtua betah berbincang tentang pendidikan dengan para guru dan orangtua lain. Sekolah yang selalu dirindukan siapa pun yang pernah ada di dalamnya, sehingga alumni sering datang dan bernostalgia dengan asyiknya belajar di sekolah itu. Continue Reading