Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Sosial

Itu Bukan Uangku

Itu Bukan Uangku

Oleh: Hermawan Akhsan
Bel pulang sekolah sudah berbunyi hampir setengah jam yang lalu. Para siswa SMP Merah Putih sebagian besar sudah meninggalkan sekolah. Tapi karena ada sesuatu yang harus dikerjakan, Andi pulang belakangan sendirian. Ia tidak mau menunda pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini.
Andi siswa kelas delapan di SMP Merah Putih.
Baru saja beberapa belas langkah melewati gerbang sekolah, Andi berhenti. Matanya menangkap sebuah benda berbentuk segiempat tak jauh dari perdu pohon di pinggir jalan aspal. Andi mendekat, lalu membungkuk dan memungut benda itu. Sebuah amplop panjang. Agak tebal dan berat. Tebal isinya mungkin hampir satu sentimeter.
“Apa, ya, isinya?” pikir Andi. “Dokumen penting barangkali?”

Continue Reading

Menjaga Persaudaraan

Menjaga Persaudaraan

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَ ى لَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ا ل يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ يَعْنِي قَاطِعُ الرَّحِمِ .
Rasulullah Saw berkata, “Tidak akan masuk surga si pemutus, yakni pemutus silaturahmi.”
(Hadis ini dinyatakan sahih oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim).

Adik-adik, yang disebut dengan “saudara” dalam Islam ada dua macam. Yang pertama adalah orang-orang yang menjadi saudara kita karena hubungan kekeluargaan seperti kakak, adik, sepupu, paman, dan keponakan. Yang kedua adalah orang-orang yang menjadi saudara kita bukan karena kekeluargaan, melainkan karena mereka seagama dengan kita. Continue Reading

Beyond Belief:  Agama, Pluralitas, dan Kemanusiaan

Beyond Belief: Agama, Pluralitas, dan Kemanusiaan

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Buku ini merupakan koleksi dari sebagian artikel-artikelku yang bersifat reflektif-kontemplatif, bukan yang “akademik-ilmiah”, yang tersebar di sejumlah buku dan majalah. Hampir semua artikel di buku ini merupakan “catatan perjalanan dan pergumulan” yang saya lihat dan alami di berbagai tempat dan negara, termasuk Arab Saudi dan Amerika Serikat. Ada juga sebagian artikel yang saya tulis sebagai “ungkapan kekaguman” terhadap sejumlah teman dan tokoh seperti Leymah Gbowee (teman kelasku dari Liberia, Afrika, dulu waktu kuliah di Amerika yang meraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 2011) dan Prof. Dr. Pdt. John Titaley (Rektor Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, salah satu mentor dan mantan guruku dulu). Pula, dalam buku ini ada artikel-artikel “in memoriam” yang saya tulis untuk orang-orang terkasih yang saya kagumi yang telah “pulang” ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa mendahului saya. Di antara mereka adalah K.H. M.A. Sahal Mahfudh (mantan Rais ‘Aam PBNU dan Ketua Umum MUI) serta kakak dan ayahku tercinta. Semoga di alam baka sana, mereka diberi tempat yang layak oleh Allah Swt.

Continue Reading

Miskin Pikiran

Miskin Pikiran

Oleh Hasanudin Abdurakhman

“Miskin harta itu gampang sembuhnya, cukup dengan bekerja. Tetapi kebanyakan orang miskin itu bukan miskin harta, mereka miskin pikiran.” Emak selalu mengomelkan hal itu kepada kami sejak kami masih kecil. Ada banyak orang miskin di kampung kami ketika itu. Rumahnya reot, nyaris tumbang. Atap bocor di sana-sini. Demikian pula, dinding rumahnya bolong di berbagai tempat. Rumah juga tanpa perabot. Untuk tidur, mereka pakai tikar pandan yang sudah robek. Sekadar piring makan saja mereka pakai piring seng yang sudah berkarat.

Continue Reading

Lebih Dekat dengan Borobudur

Lebih Dekat dengan Borobudur

Oleh Dorothea Rosa Herliany

Ada tiga desa di kecamatan Borobudur yang gencar menggalakkan wisata pedesaan di Borobudur. Ketiganya itu adalah Desa Borobudur, Desa Wanurejo, dan Desa Candirejo. Meski demikian, ketiganya tak dapat dilihat lepas dari belasan desa lain di Kecamatan Borobudur dan sekitarnya.

Continue Reading

Apa itu Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Apa itu Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Oleh Dr. Asep Achmad Hidayat
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah yang umumnya diberikan kepada para mahasiswa bukan berasal dari jurusan atau prodi ilmu-ilmu sosial dan ilmu humaniora, seperti mahasiswa sosiologi dan ilmu sejarah. Ilmu Sosial Budaya Dasar ini merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang biasanya diberikan kepada mahasiswa semester awal. Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) mempunyai peranan yang jelas dalam pembentukan kompetensi profesional seorang lulusan Perguruan Tinggi.

Tujuan utama disajikannya mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah untuk memberikan wawasan tentang dasar-dasar ilmu sosial dan ilmu budaya kepada mahasiswa agar menghasilkan lulusan yang berkualitas. Tujuan lainnya adalah memberikan wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik.

Dalam mata kuliah ISBD sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) terkandung dua materi besar, yaitu Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, dan teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, seperti sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.1

Selanjutnya, harus dipahami juga bahwa Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial dan ilmu budaya yang diapadukan, misalnya gabungan antara sosiologi, psikologi, ilmu sejarah, dan ilmu bahasa (linguistik). Sekali lagi, bukan seperti itu. Sebabnya adalah masing-masing ilmu pengetahuan memiliki disiplinnya sendiri yang berbeda antara satu dan lainnya. Masing-masing ilmu pengetahuan memiliki obyek, metode kajian, dan manfaatnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.2

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) juga bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena bidang ilmu ini tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri untuk mengembangkan penelitiannya, seperti ilmu pengetahuan sosial dan ilmu budaya lain. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) hanyalah sebuah mata kuliah, atau suatu bahan studi, yang dirancang untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran yang diberikan sebagai usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan sehingga lebih peka terhadapnya.

Disajikannya Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai mata kuliah bertujuan untuk membina mahasiswa agar mereka memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial dan budaya di lingkungan masyarakatnya, baik ketika ia masih menjadi mahasiswa maupun setelah ia keluar dari Perguruan Tinggi untuk terjun langsung mengabdi kepada bangsa dan negara. Sementara itu, masalah-masalah sosial tersebut juga bersifat kompleks adanya, karena untuk mempelajari dan memecahkannya harus menggunakan pendekatan multidisipliner dari berbagai ilmu pengetahuahttp://nuansa.co/katalog/ilmu-sosial-dan-budaya-dasar-untuk-kesehatan/n sosial dan budaya.

Selain itu, tujuan disajikannya Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai mata kuliah di Perguruan Tinggi adalah untuk mendidik dan melatih kepekaan mahasiswa sebagai agen perubahan terhadap masalah-masalah sosial dan budaya serta tanggap untuk ikut serta dalam menanggulangi persoalan tersebut. Masalah-masalah sosial tersebut bisa berupa kemiskinan, penyakit, konflik antarsuku dan lain-lain, yang penyelesaiannya membutuhkan peran serta dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa.

Baca lebih lanjut buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar untuk Kesehatan karya Dr. Asep Achmad Hidayat, Elang Mohamad Atoilah, dan Engkus Kusnadi (Penerbit Nuansa, 2015)

isbd full

 

Kekerasan terhadap Anak

Kekerasan terhadap Anak

Oleh Dr. Abu Hurairah, M.Si.

Setiap kali memperingati Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli, barangkali bayangan kita selalu tertuju kepada keceriaan anak Indonesia yang tengah bebas bermain di alam terbuka, seperti bermain sepak bola atau mereka yang naik kelas/lulus ujian mendapat hadiah liburan ke obyek wisata yang indah nan menawan. Setidaknya, makan bersama di restoran atau di rumah masing-masing, atau mendapat hadiah berupa les piano, les menyanyi, les menari, dan sebagainya.

Continue Reading