Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Fakta dan Kebutuhan Cairan

Fakta dan Kebutuhan Cairan

FAKTA DAN KEBUTUHAN CAIRAN

Air merupakan cairan paling penting yang menyusun lebih dari setengah berat tubuh Anda dan secara terus-menerus hilang dari dalam tubuh dan harus digantikan. Tidak semua air ini dikeluarkan sebagai sampah. Sebagiannya hilang dalam bentuk keringat dan uap yang tidak terasa dan tidak terlihat melalui kulit. Sebagian air dalam tubuh berasal dari paru-paru. Anda bisa melihat lembap ini dengan bernafas di depan cermin. Berapa banyak cairan yang Anda butuhkan? Kebutuhan Anda akan cairan bergantung pada ukuran dan berat tubuh Anda. Aturannya, orang dewasa harus minum antara 1,5 dan 2 liter cairan sehari. Anak-anak tentu membutuhkan jumlah
yang lebih sedikit.

Minum cukup cairan sangat penting. Apabila Anda kurang minum, garam dan mineral yang seharusnya dibuang oleh ginjal barangkali tidak dibilas dengan sempurna dari sistem Anda. Mineral-mineral ini bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal. Banyak dokter juga percaya bahwa bakteri penyebab infeksi tumbuh dengan mudah di lingkungan dalam tubuh yang kekurangan air. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan merupakan cara alami untuk melindungi tubuh dari peningkatan tekanan darah. Menyeimbangkan asupan cairan sangat penting selama Anda terjaga.

Apabila Anda memusatkan semua cairan Anda dalam waktu 2 jam, ginjal akan mengeluarkan kelebihan cairan dengan cepat dan tubuh Anda tidak akan memeroleh keuntungan. Tipe pekerja tertentu yang tidak memiliki suplai air yang baik seringkali berpikir bahwa jika banyak minum air sebelum pergi kerja, mereka tidak akan membutuhkan air lagi hingga di pengujung hari. Bukan hanya tidak benar, tetapi pemikiran semacam itu juga berbahaya. Jika Anda menerapkan teori ini, di penghujung hari, air seni Anda akan sangat pekat—situasi yang mengundang kelainan fungsi ginjal dan hipertensi.

Anda tidak harus selalu bergantung pada air untuk mengisi ulang sediaan air tubuh. Jus buah-buahan dan sayurmayur yang Anda minum memenuhi kebutuhan air tubuh sebagaimana teh herbal, pengganti kopi, susu, dan minuman lain. Kenyataannya, 85% asupan cairan rata-rata seseorang bukan berasal dari air. Namun, jika Anda melewatkan asupan minuman sehat harian Anda, gantilah dengan air. Hindari kopi. Kopi seringkali menyebabkan diuresis—istilah medis untuk sering buang air kecil. Jika kopi langsung dikeluarkan setelah diminum, Anda tidak memperoleh air dari sumber ini. Anda boleh menggunakan pengganti kopi seperti akar dandelion, Postum, malt panggang, atau produk sarapan populer yang tersedia di toko makanan sehat. Hindari alkohol. Meminum alkohol cenderung menyebabkan diuresis. Kondisi sangat haus selepas pagi hari disebabkan oleh penipisan persediaan air. Meminum perpaduan air dan soda tidak menyebabkan penipisan sebesar mengonsumsi jenis minuman yang hanya mengandung sangat sedikit air. Namun, yang terbaik adalah menghindari semua bentuk alkohol.
Orang yang tinggal sendiri atau pensiun seringkali tidak cukup minum karena secangkir minuman terasa tidak
menyenangkan tanpa diiringi percakapan. Apabila Anda tinggal sendiri atau sudah pensiun, berusahalah lebih keras
untuk cukup minum. Satu cara untuk melakukannya adalah mengikuti jadwal minum hingga Anda menjadi terbiasa.
Minum saat makan, luangkan waktu di pertengahan pagi dan sore hari untuk minum air, jus, pengganti kopi, teh herbal, atau produk susu hasil fermentasi. Pilihlah sesuatu untuk diminum di malam hari sambil membaca, mendengarkan radio, atau menonton televisi. Kebutuhan cairan beragam sepanjang hari. Selama berolahraga atau bekerja keras, cairan yang hilang melalui keringat berlebihan harus digantikan.

Tidak ada aturan resmi yang mengatakan jumlah cairan yang harus diminum untuk menggantikan kehilangan cairan tersebut. Ketika letih dan kepanasan, Anda juga merasa haus. Jika makan banyak, Anda memerlukan cairan tambahan untuk menghilangkan
kelebihan garam dalam makanan dan mengganti cairan yang hilang ketika makanan tersebut dimetabolisme. Ketika tidak makan karena masalah lambung, diet, atau alasan lain, Anda perlu lebih banyak minum untuk mengganti beberapa liter air yang berasal dari sebagian besar asupan makanan harian normal. Peningkatan jumlah air yang hilang dari kulit menurunkan suhu tubuh. Oleh karena itu, ketika sedang demam, Anda membutuhkan lebih banyak cairan.
Asupan garam meningkatkan kebutuhan akan cairan. Jika mengonsumsi makanan bergaram, Anda pun akan membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengeluarkan kelebihan garam dari dalam tubuh. Biasanya, garam membuat Anda haus sehingga secara otomatis Anda minum lebih banyak. Sebagaimana yang telah kami sampaikan, sebaiknya hindari penggunaan garam dalam masakan atau bumbu dan ganti dengan rempah dan bumbu alami tanpa garam.

 

baca selengkapnya di buku Mengatasi Hipertensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *