Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Fungsi Hukum dan Tugas Kenabian

Fungsi Hukum dan Tugas Kenabian

Manusia saling membutuhkan satu sama lain dalam kehidupannya. Manusia tidak dapat hidup terpisah satu sama lain. Karena itu, manusia perlu hidup bermasyarakat. Manusia memiliki keinginan (interest). Sering terjadi konflik di antara sesama manusia karena keinginan ini. Karena itu, manusia membutuhkan hukum dan peraturan.

Hukum menjelaskan tugas seseorang dalam masyarakatnya. Dalam hal ini, hukum berfungsi sebagai alat untuk mengoordinasi kegiatan masyarakat. Hukum mengatur seseorang bagaimana ia melakukan sesuatu. Hukum mencegah manusia agar tidak melanggar dan menyalahi hak-hak satu sama lain. Hukum mencegah kekacauan dalam interaksi seseorang dengan orang lainnya. Hukum juga menjelaskan hukuman untuk pelanggar hukum tersebut.

Sebuah peraturan harus meliputi hal-hal tersebut. Sekarang kita membahas tentang siapa yang dapat membuat peraturan terbaik untuk manusia, yang meliputi hal-hal tersebut. Pembuat peraturan tersebut harus mengetahui sifat alamiah manusia dengan baik dan memahami insting, emosi, kebutuhan, dan masalah-masalah manusia. Dia juga harus memahami kemampuan semua manusia. Dia harus mampu memprediksi segala kemungkinan yang mungkin melibatkan banyak manusia. Dia tidak mungkin memiliki keinginan khusus sebagai manusia sehingga dia dapat membuat hukum tanpa memuaskan keinginan pribadinya. Dia harus bebas dari kesalahan, kebingungan, dan lupa. Dia juga harus kuat sehingga tidak dapat diintimidasi oleh sebuah kekuatan. Dia juga harus baik hati dan simpatik.

Apakah manusia mengetahui dirinya? Apakah ada yang paling mengetahui kebutuhan manusia selain Tuhan? Apakah ada orang dalam masyarakat manusia yang tidak memiliki keinginan? Adakah manusia yang bebas dari kesalahan dan kebingungan? Kita tahu bahwa yang memenuhi hal-hal tersebut adalah Tuhan.
Tuhan telah menciptakan orang yang sempurna dan menunjukkan kepadanya petunjuk yang dapat menawarkan kepada manusia hukum yang mencakup semuanya. Orang-orang akan mempercayai hukum ini dari Tuhan dan kepercayaan ini akan menjaga peraturan tersebut.

Dalam mahakarya (magnum opus)-nya yang berjudul Asy-Syifâ’, Ibn Sina menulis sebagai berikut:

“Tuhan tidak pernah mengabaikan kebutuhan dari setiap makhluk. Sebagai contoh, Dia memberi kita mata dengan bulu dan kelopak mata untuk melindunginya. Tuhan telah memberikan kelenjar air mata untuk setiap mata agar tidak kering. Tuhan juga telah membuat lubang kecil di pinggir mata manusia untuk membawa kelebihan air ke hidung. Jika tidak ada lubang ini, maka wajah kita terus dipenuhi oleh air mata. Tuhan telah menciptakan pupil manusia sensitif terhadap cahaya untuk melindungi bagian dalam mata dari kerusakan. Otot-otot di sekitar bola mata untuk melihat ke banyak arah. Tuhan, yang telah memberikan detail-detail kebutuhan manusia, mustahil dan tidak mungkin mengabaikan kebutuhan manusia yang jauh lebih besar, yaitu kebutuhan atas kenabian.”[]

Sumber:
Lihat Ibn Sina, Asy-Syifâ’: Metaphysics of Ibn Sina (Provo, Utah: Brigham Young University Press), 2005 M, hlm. 365.
Mulla Shadra, Kearifan Puncak (Yogyakarta: Pustaka Pelajar), 2004 M, cetakan II, hlm. 179.

Dikutip dari buku Prophethood for Teens

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *