Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Kebahagiaan Merupakan Dasar Masalah Ego

Kebahagiaan Merupakan Dasar Masalah Ego

Oleh Jean B. Rosenbaum

Kebahagiaan ini, dalam berbagai hal untuk kebanyakan orang, kadang-kadang dikatakan tidak dapat didefinisikan. Bagaimanapun, kebahagiaan itu bisa didefinisikan karena menjadi sebuah masalah ego.

Kebahagiaan adalah keadaan tubuh yang sehat. Jadi, cukup penuh dengan kesukaan dan kepuasan hati. Hal itu merupakan pengalaman di dalam ego ketika semua daerah di otak – ego, id dan superego – dalam keadaan seimbang dan harmonis satu dengan yang lainnya. Hal itu terjadi ketika tuntutan-tuntutan terhadap dorongan cukup terpuaskan untuk memberikan kesenangan, namun tidak diekspresikan secara berlebihan karena bisa menimbulkan konflik dengan realitas-realitas di lingkungan luar. Tidak ada yang melawan atau menyakitkan superego dengan ukuran atau standar yang keras, hati nurani dan perasaan bersalah. Nah, bila hal-hal ini terlalu diperturutkan maka akan mengancam ego Anda. Pada waktu ego Anda terancam, Anda akan merasa terancam pula, dan kemudian Anda menjadi pribadi yang tidak bahagia.

Tujuh Karakter Orang yang Bahagia

Anda bisa menentukan orang yang bahagia karena mereka punya beberapa karakteristik yang gampang dilihat. Mereka kerap tampak memiliki ukuran kepribadian yang lebih besar; mereka adalah individu-individu yang menggunakan kemampuan-kemampuan mereka untuk mencapai kapasitas puncak; mereka memiliki kepribadian yang memadukan aspek emosional dan psikologis.

Saya telah mengamati banyak orang dan menemukan bahwa ada tujuh prinsip karakter orang bahagia, yakni sebagai berikut ini.

Orang bahagia itu  adalah orang yang senang berpikir. Mereka itu banyak akal dan penuh daya cipta pula. Mereka telah belajar bagaimana menjadi kreatif. Mereka menghadapi kehidupan secara realistis dan penuh kesadaran antara kesenangan-kesenangan dan kesulitan-kesulitan. Mereka dapat memahami dan menerima citra yang benar tentang kehidupan mereka.

Orang bahagia itu  adalah orang yang baik hati. Perhatian yang diberikan untuk orang-orang lain membuat Anda bahagia. Itu membuat Anda merasa baik. Orang lain akan merespons Anda dengan peduli pula, hidup tampak lebih mudah dan kian menyenangkan.

Orang bahagia itu punya kesehatan yang baik. Kesehatan tubuh mereka ada dalam posisi yang tinggi dan akan tercermin pada tingkat kesehatan emosional mereka. Orang bahagia itu menikmati kehidupan. Dia tidak punya waktu untuk penyakit. Anda mungkin punya hambatan-hambatan fisik, atau menderita karena pengaruh penyakit kronis atau penyakit cacat tubuh. Namun,  jika Anda seorang yang bahagia, Anda akan memiliki kehidupan yang sukses dan bahagia, meskipun Anda punya keterbatasan fisik. Anda telah membaca  cerita ini dalam kasus George M. dan saya yakin bahwa Anda bisa melengkapinya dengan contoh-contoh lain dalam pengalaman Anda sendiri.

Orang bahagia itu menunjukkan proses penuaan yang lebih lambat. Orang bahagia biasanya tampak menjadi tua dengan proses yang lebih lambat. Mereka kerap memiliki postur tubuh yang lebih baik dan warna yang lebih baik pula. Mereka lebih siap dan waspada ketimbang kebanyakan orang pada masa kini yang menderita depresi dan kecemasan.

Orang bahagia itu menyukai diri mereka sendiri. Respek diri itu penting untuk kebahagiaan. Anda mesti hidup dengan diri Anda sendiri dan Anda tidak sedang mencari kebahagiaan dengan seseorang yang tidak Anda sukai atau kurang Anda respek.

Orang bahagia itu disukai oleh orang lain. Apakah Anda ingat pepatah lama: “Tertawalah dan dunia akan tertawa dengan Anda; menangislah, dan Anda akan menangis sendirian”? Hal ini benar. Kita secara alami ditarik ke arah orang bahagia seperti halnya kita secara alami menghindar  bersama orang yang tidak bahagia.

Orang bahagia itu sukses dalam apa pun yang mereka lakukan. Mereka selalu mau memanfaatkan waktu mereka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru. Keberhasilan mereka diukur dari istilah-istilah peningkatan atau pengayaan, pencerahan dan kepuasan pribadi.

Baca lebih lengkap dalam buku Psikiatri Praktis: Pedoman Dasar Kesehatan Psikologi  karya Jean B. Rosenbaum, M.D. (Penerbit Nuansa, 2012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *