Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Lomba Nyanyi Reality Show

Lomba Nyanyi Reality Show

Oleh Adjie Esa Poetra

Seperti Indonesian Idol, AFI dan lain-lain benar-benar mengandalkan realitas kompetisi. Keriteria yang digunakan hanyalah Impressi atau kesimpulan kesan juri terhadap pementasan peserta tersebut. Cara penjurian pada babak audisi awal (saat masih diikuti ribuan peserta) adakalanya hanya berdasarkan angka nilai tertinggi yang dikumpulkan dari para juri.


Cara yang hanya mengandalkan selera juri dan sangat mengandalkan nilai angka sebetulnya sangat berisiko, oleh sebab itu tidak mengherankan bila sering terjadi ada peserta yang secara total tergolong bagus namun harus disisihkan oleh peserta dengan kualitas dibawahnya.

Selain dengan cara tadi dibabak audisi awal adakalanya peserta diaudisi oleh tiga juri sekaligus. Ada pun untuk menentukan lolos tidaknya peserta tersebut, maka langung saat itu juga dilakukan kesepakatan atau vooting. Cara menilai dengan keriteria impressi tersebut terus berlanjut hingga babak audisi yang sangat menentukan.

Dibabak-babak yang sangat menentukan sekali materi audisi biasanya ditambah dengan audisi nyanyi duet/trio dadakan. Tujuannya untuk melihat daya musikalitas kontestan. Terutama pada babak audisi awal biasanya para kontestan akan mendapat pantauan khusus dari “juri bayangan”. Juri tersebut akan memantau atau mengintip kontestan yang memiliki daya tarik khusus disaat mereka berbaur menunggu giliran audisi. Bagi peserta yang memiliki daya tarik khusus akan mendapat bonus khusus ditayangkan pada siaran tertentu.

Sebagaimana kita tahu pada saat kompetisi yang sesungguhnya para juri yang dianggap ahli hanya akan ditugaskan sebagai komentator. Sebab juri yang sesungguhnya adalah masyarakat luas yang berkirim SMS. Cara tersebut sengaja dilakukan penyelenggara mengingat tujuan dari acara reality show lebih berorientasi kepada berjualan sensasi. Oleh sebab itu jangan heran bila sering terjadi peserta yang dianggap kurang memiliki skill, namun disebabkan profilnya cukup sensional maka ahirnya bisa meraih dukungan SMS lebih banyak. Dukungan sukses lainnya diajang tersebut dapat terjadi bilamana kontestan didukung oleh pihak tertentu atau keluarga yang mau jor-joran menghabiskan uang untuk memborong atau ngebom kiriman SMS.

Kesimpulan: Kebanyakan Pentas nyanyi Reality Show masih lebih
mengedepankan kepentingan bisnis berdasarkan selera pasar dan sensasi pertunjukan.

Bacalebih lanjut buku Kiat Mengikuti Pentas Seni: Panduan bagi Juri dan Penyanyi karya Adjie Esa Poetra (Penerbit Naunsa, 2016)

kiat mengikuti pentas seni 600x560

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *