Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Makna TIPOGRAFI

Makna TIPOGRAFI

Oleh Lia Anggraini S. Dan Kirana Nathalia

Huruf atau biasa disebut tipografi, merupakan bagian dari kehidupan manusia modern saat ini. Adanya kebutuhan untuk memandang yang lebih indah dari huruf, membuat insan kreatif selalu berusaha menampilkan seni “penataan huruf” semaksimal mungkin.  Hal itu bisa kita lihat pada tulisan-tulisan pendek iklan di pinggir jalan.

Seperti pada baliho, poster, koran, majalah, website, dan televisi. Di sana sering kita temukan jenis-jenis tulisan dengan corak khusus yang memiliki nilai seni. Itulah hasil dari kegiatan para desainer yang menerapkan landasan ilmu tipografi.

Selama ini pengertian tipografi sering dijelaskan secara sangat sederhana sebagai ilmu yang berurusan dengan “penata huruf cetak”. Hal ini tidak salah karena sejarahnya memang demikian. Bermula dari istilah Yunani, τύπος (typos) dan γραφή (graphe). Arti harafiah dari tipografi adalah “bentuk tulisan”, kemudian dalam kata kerjanya disebut “pembentukan” atau “kreasi” huruf.

Pengertian seperti itu tidak salah. Tetapi bisa jadi kurang memberikan efek pemahaman yang lebih luas. Ini karena perkembangan tipografi modern sudah sangat cepat berkembang dengan variasi yang luar biasa banyak. Oleh karena itu, tidak cukup jika kita hanya memahami dari bentuk atau pembentukan tulisan/huruf.

Apalagi saat ini tipografi sudah memasuki wilayah dunia internet yang mungkin saja istilah cetak bukan satu-satunya pengertian, melainkan hanya menjadi bagian. Karena faktanya ada banyak tipografi yang bukan lagi ditujukan untuk kepentingan cetak, melainkan berhenti pada tujuan penayangan visualisasi di internet.

Setelah menggali beberapa rumusan dari berbagai sumber, agaknya kami memilih salahsatu sumber rujukan yang paling tepat. Buku-buku ilmiah berjudul The Cambridge Encyclopedia Language: Second Edition karya David Crystal (1987), barangkali lebih tepat untuk menjelaskan secara singkat. Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa tipografi merupakan “kajian tentang fitur-fitur grafis dari lembar halaman.”

Penjelasan ini terasa lebih bermakna karena dalam tipografi kita tidak sekadar mempelajari kecakapan/skil praktis. Akan tetapi, dalam tipografi, kita mendapati hamparan luas wacana keilmuan yang meliputi sejarah, sosiologi, dan keragaman seni dalam dunia huruf. Karena itu tepat kiranya kalau tipografi disebut sebagai kajian.

Perkembangan tipografi berhubungan erat dengan sejarah DKV yang diawali dengan ditemukannya Pictogram di dinding-dinding gua pada  zaman prasejarah. Kemudian setelah mulai terbentuk alfabet Yunani, tipografi mulai berkembang sejalan dengan dimulainya era Renaissance pada abad 14 dan 15 dengan ditemukannya movable type (cetakan huruf-huruf dari logam). Sejak itu banyak tokoh yang menciptakan jenis huruf baru sesuai dengan momentum sejarah dan pergerakan gaya desain yang sedang terjadi pada saat itu.[]

Baca lebih lengkap dalam buku Desain Komunikasi Visual: Dasar-dasar Panduan untuk Pemula  karya Lia Anggraini S. Dan Kirana Nathalia (Penerbit Nuansa, 2014)

DKV 600x560

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *