Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Mbak Itu Siapa?

Mbak Itu Siapa?

Oleh Anna Farida

Yang disebut “mbak” dalam buku ini adalah para pekerja rumah tangga. Mereka biasa disebut dengan istilah asisten rumah tangga, pengasuh anak, babysitter, atau pembantu rumah tangga.

Buku ini ditulis sebagai panduan praktis bagi pekerja rumah tangga agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Jika hasil kerja optimal, keluarga yang dilayani pun senang. Hasilnya, hubungan kerja dan kekeluargaan yang harmonis bisa tercipta.

Semoga kita sepakat bahwa pekerja rumah tangga memiliki peran penting dalam pengelolaan rumah, terutama di keluarga yang ayah-ibunya bekerja di luar rumah.
Yang ditangani oleh para pekerja rumah tangga ini, khususnya yang juga berperan sebagai pengasuh anak, bukan pekerjaan sederhana. Perlu keterampilan khusus untuk menjadi mbak yang andal, serta disayang anak asuhan dan keluarga tempatnya bekerja.
Dari sejumlah obrolan yang saya lakukan dengan para pekerja rumah tangga, ada beberapa kondisi yang sering mereka alami, antara lain:

  • Kelelahan, tak punya waktu santai
  • Malu dengan pekerjaan rumah tangga
  • Bingung mengatasi anak asuhan yang bandel dan susah makan
  • Merasa disalahkan ketika anak yang diasuhnya sakit
  • dan sebagainya.

Di Indonesia, yang disebut pekerja rumah tangga adalah orang yang bekerja di sebuah keluarga. Tugasnya bisa bermacam-macam. Ada yang bersih-bersih rumah, memasak, atau mengasuh anak. Ada yang mengerjakan salah satu tugas saja, ada yang dua tugas, ada juga yang merangkap tiga-tiganya. Sebutan untuk mereka juga bermacam-macam. Ada yang disebut “pembantu”, ada juga yang dipanggil “asisten rumah tangga”. Jika pekerjaannya mengasuh anak-anak ketika orangtua bekerja, mereka sering disebut “pengasuh” atau “yang ngasuh”, atau babysitter.
Jelas, ini bukan jenis pekerjaan yang mudah.
Mengurus rumah dan mengasuh anak adalah tugas yang sangat penting dan mulia. Tanggungjawab pekerja rumah tangga adalah mengurus rumah dan menjaga seseorang yang sangat berharga di rumah itu, yaitu anak-anak. Mereka adalah harta terbesar yang dimiliki orangtua, sehingga pengasuh diharapkan tidak hanya bekerja untuk memperoleh uang, tapi juga menjadi bagian dari keluarga.
Jadi, perlu orang khusus untuk bisa melakukan tugas tersebut dengan baik dan, yang paling penting, bersedia belajar.
Keluarga yang menggaji pengasuh memiliki harapan yang tinggi. Mereka ingin kehadirannya bisa membuat rumah terurus dan anak-anak terawat dengan baik. Sebaliknya, pengasuh juga ingin bekerja dengan nyaman; tidak hanya memperoleh bayaran yang bagus, tapi juga perlakuan yang pantas. Jadi, hubungan antara pengasuh dan keluarga yang menggajinya adalah saling menguntungkan, saling membantu, dan saling menjaga.
Buku sederhana ini berisi kiat-kiat bagi pekerja rumah tangga ataupun pengasuh anak untuk menjalankan tugas dengan baik.
Diakui atau tidak, menjadi pengasuh anak itu melelahkan, kadang menguras emosi. Yang diurus adalah manusia-manusia kecil yang masih perlu perhatian dan bimbingan penuh. Perlu banyak sekali cadangan tenaga, keterampilan, dan tentu saja kesabaran.
Mari kita simak penuturan beberapa pekerja rumah tangga mengenai pendapat mereka tentang profesi ini dan pengalaman mereka:

Nama saya Tati. Saya berasal dari desa dan sejak umur 18 tahun bekerja jadi pengasuh anak. Saya belum pernah kerja selain jadi pengasuh anak. Sebenarnya saya senang kerja di rumah majikan saya, tapi anak-anaknya usil semua. Capek sekali beres-beres rumah terus.

Saya Yuni. Sebenarnya saya pernah sekolah sampai SMA kelas 1. Tapi karena tidak ada biaya dan ongkos, akhirnya putus sekolah. Saya jadi pembantu sekaligus pengasuh anak, tapi tidak menginap. Datang pagi pulang sore. Majikan saya rewel tapi baik.

Saya Emay. Umur 36 tahun. Dulu saya tukang kue, kemudian bangkrut. Suatu hari ada tetangga melahirkan, dan repot dengan anak-anaknya yang masih kecil. Saya dipanggil untuk bantu-bantu cuci. Saya tidak tega lihat anak-anaknya rewel, jadi saya urus juga. Akhirnya saya dipanggil bekerja jadi pekerja rumah tangga sekaligus pengasuh sampai sekarang.

Saya tertipu. Setelah di-PHK dari pabrik, saya diajak tetangga ke kota untuk jadi pegawai supermarket. Sudah bayar calo, tapi panggilan kerja tidak datang juga. Akhirnya saya nekat daftar di agen penyalur pembantu. Awalnya saya takut karena baca berita tentang penyiksaan dan pelecehan, tapi saya kan perlu hidup. Sampai sekarang saya bekerja jadi pengasuh satu anak balita dan satu bayi, dan saya baik-baik saja.

Di buku ini, kita tidak akan membahas kisah-kisah seram yang biasa dialami oleh pengasuh ataupun pekerja rumah tangga. Tidak semua mengalami hal buruk. Banyak yang bisa hidup layak dan memperoleh penghasilan lumayan dari pekerjaannya. Ada yang beruntung bisa bekerja di keluarga yang baik dan bertahan sampai bertahun-tahun tanpa keluhan. Ada juga yang betah bekerja karena gajinya lumayan walaupun keluarga tempat dia bekerja kurang ramah. Pendeknya, profesi ini bisa menjadi pilihan yang masuk akal karena permintaan akan pengasuh dan pekerja rumah tangga akan selalu ada. Lebih dari itu, ini pekerjaan halal.
Memang, hingga kini faktor yang dianggap paling menentukan nasib pekerja rumah tangga adalah keluarga yang ditempatinya. Ada keluarga yang cenderung bersikap resmi dan menjaga jarak dengan pengasuh anak-anaknya, ada yang pendiam, tegas, cerewet, ramah, bahkan galak. Gaya hidup mereka berbeda-beda. Kebijakan mereka terhadap pengasuh anak di rumah mereka juga berlainan. Ada yang suka pengasuh yang banyak bicara, ada yang lebih suka pengasuh pendiam. Ada yang keberatan melihat pengasuh anaknya memakai pakaian lusuh, ada yang santai saja. Ada pula yang sengaja membelikan seragam untuk pengasuh anak-anaknya.
Pengasuh yang profesional bisa bekerja dengan keluarga mana pun. Masalah-masalah yang biasa muncul bisa diatasi dengan cara yang pintar. Beberapa di antaranya akan dibahas dalam buku ini.
Benang kusut?
Jika ada yang bertanya, apakah pembantu rumah tangga (PRT) itu sebuah profesi, apa jawabannya?
Seharusnya “ya” karena PRT adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh gaji atau uang.

Baca lebih lengkap dalam buku Smart Babysitter: Panduan Praktis Pengasuhan Anak (Penerbit Nuansa, 2016)

smart baby sitter 600x560

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *