Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Mengapa Karakter?

Mengapa Karakter?

Oleh Anna Farida

Kurikulum pendidikan Indonesia sudah berganti beberapa kali, dengan sasaran yang berbeda-beda. Ada yang ditujukan untuk mengasah kemampuan kognitif murid, ada bertujuan mengembangkan daya kreasi dan kemandirian, dan sekarang hadir kurikulum yang memperhatikan aspek karakter sebagai salah satu capaian utama. Harapannya adalah, jika peserta didik memiliki sikap yang baik, karakter yang terpuji seperti bertanggungjawab, disiplin, gemar membaca, dan sebagainya, dengan sendirinya mereka akan bersedia belajar tanpa paksaan. Ilmu akan lebih mudah mereka serap dan langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran karakter ini pun tidak disampaikan secara parsial atau dijadikan mata pelajaran terpisah, melainkan terintegrasi dengan semua mata pelajaran.

Karena teladan adalah guru terbaik, jelas bahwa peran guru adalah menjadi seseorang yang memiliki kepribadian, sikap hidup, dan teladan yang baik. Dengan sikap itu kita bisa mendampingi anak didik dengan penuh percaya diri, karena apa yang kita sampaikan selaras dengan sikap hidup kita sendiri.

Mengajarkan mata pelajaran tertentu dengan muatan karakter seharusnya menyenangkan, karena yang kita bangun adalah kedekatan emosi dan komunikasi positif dengan semua murid. Mungkin kita menjumpai anak baru gede (ABG) yang masih canggung, manja, bahkan cengeng. Mereka merengek minta bimbingan sebagaimana guru sekolah dasar memperlakukan mereka. Namun seiring waktu, dengan program pembinaan karakter yang kita lakukan secara terpadu, bergotong royong dengan semua guru dan pihak sekolah, mereka akan tumbuh menjadi remaja yang inovatif, kreatif, produktif, dan afektif.

Membangun karakter memang bukan tugas sederhana. Karena didefinisikan sebagai perpaduan ciri khas dan kualitas seseorang yang membedakan seseorang dari yang lain, jelas bahwa karakter merupakan hasil yang tercapai setelah kita menyisihkan ratusan pilihan. Dari situlah kita beranjak dari diri kita saat ini, menjadi seseorang yang lebih baik yang kita inginkan. Dengan demikian, jelas bahwa karakter adalah sesuatu yang bisa dibangun. Setelah mengalami berbagai ujian, karakter itu akan terbentuk dan menjadi kuat, dan menjadi landasan gerak kehidupan kita selamanya.

Tentu semua pihak yang terlibat dalam pendidikan bertanggungjawab dalam terbangunnya karakter peserta didik. Tugas besar yang disandang guru berkaitan dengan karakter anak didiknya adalah menanamkannya pada remaja yang tengah menghadapi berbagai perubahan dalam hidupnya. Tugas ini hanya bisa berjalan dengan cara pandang positif, bahwa masa remaja adalah awal yang baik untuk berubah menjadi lebih baik, lebih mandiri, dan lebih bertanggungjawab. Di usia ini, remaja mulai mampu menangkap pesan lingkungannya dengan jelas, baik secara tersurat maupun tersirat.

Berikan pemahaman yang benar bahwa orang yang kuat bukan selalu kuat secara fisik. Remaja menjadi kuat ketika dia memiliki nilai dan prinsip yang kuat, integritas, empatik, dan karakter baik lainnya.

Apa yang telah kita bahas adalah panduan yang bersifat umum, karena detailnya selalu indah ketika diterapkan di kelas masing-masing. Setiap anak adalah spesial, dan mereka memiliki keunggulan karakter yang berbeda pula. Sikap yang bijak adalah menerima perbedaan itu dan menjadikannya kekuatan. Dengan berbedaan karakter ini, kita akan lebih banyak belajar, peduli dan berempati kepada orang lain, serta ramah dalam bertindak. Kepada remaja dengan karakter yang dianggap kurang bagus, kita bisa mencontohkan sikap pengertian, memahami perbedaan, jujur pada diri sendiri dan orang lain, serta peduli kepada orang lain sebagaimana kita peduli pada diri sendiri.

Dengan karakter inilah pendidikan menemukan ruhnya, dan kehidupan menemukan esensinya. Apakah yang lebih berharga dari seorang guru ketika dia berhasil menemani perjalanan anak didiknya untuk menemukan hakikat kehidupannya?

 

Dikutip dari Buku Pilar-pilar Pembangunan Karakter Remaja, karya Anna Farida (Nuansa Cendekia, 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *