Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Menurut Ki Hadjar Dewantara

Menurut Ki Hadjar Dewantara, keluhuran dan kehalusan budi adalah dua hal penting dalam hidup. Manusia merupakan makhluk terpilih yang memiliki kekuatan serta sifat berbeda dengan hewan. Maka, keluhuran dan kehalusan budi harus terus dipupuk.

Menurut Ki Hadjar, sejak kecil anak harus diperkenalkan pada keluhuran dan kehalusan budi, misalnya dengan memberi penghormatan kepada para pahlawan. Di sini, anak diperkenalkan pada watak dan peran utama tokoh pahlawan. Dalam memberi penghormatan kepada pahlawan, bisa diselipkan tujuan lain, yaitu menanamkan perasaan nasionalisme.

Di samping itu, keluhuran budi dan kesusilaan terdapat dalam ilmu agama. Menurut Ki Hadjar, pelajaran moral akan berharga jika dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Asas-asas kesusilaan yang tak dipraktikkan dalam kehidupan tak akan berguna sama sekali. Siapa yang tak menjalankan hidup menurut hukum-hukum susila, tak bisa dianggap sebagai manusia dalam arti sebenarnya.

Karena itu, di Taman Siswa dikembangkan pendidikan kesenian untuk memperhalus budi anak didik. Pendidikan kesenian sebagai basis nasionalisme kultural dapat mendorong menuju nasionalisme kebangsaan. Dalam pendidikan kesenian, terdapat ajaran leluhur yang tak bisa dipisahkan.

Menariknya, hubungan antara guru dan murid di Taman Siswa sangat dekat, sehingga guru-guru dapat dengan mudah mengetahui kesulitan anak didiknya. Terutama menyangkut masalah ekonomi. Banyak murid Taman Siswa terpaksa membantu orangtua mencari uang, setidaknya untuk biaya sekolah.

Demikianlah keadaan Taman Siswa. Pembinaan nasionalisme selalu dilakukan sesuai dengan anjuran Ki Hadjar Dewantara pada Kongres Taman Siswa 1936, bahwa setiap anggota Taman Siswa harus merasa sebagai saudara.

Selama penjajahan Belanda, Taman Siswa selalu menolak bekerja sama. Taman Siswa tidak mau menerima subsidi dari pemerintah kolonial agar tidak terikat dengan kebijakan penjajah. Keputusan ini memaksa Taman Siswa hidup sederhana.

Selama delapan tahun sejak awal berdiri, Taman Siswa tumbuh tanpa memisahkan diri dari dunia luar. Terutama dari pergerakan rakyat yang mempunyai berbagai program pendidikan, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Serikat Rakyat.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *