Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Meraup Laba dari Budidaya Ikan Belut

Meraup Laba dari Budidaya Ikan Belut

Oleh Budi Samadi

Sejak dahulu belut dikenal sebagai jenis ikan air tawar penghasil daging. Sumber protein hewani yang penting sebagai bahan pangan bagi masyarakat terdapat dalam daging belut. Walaupun popularitas dan peningkatan produksinya kalah cepat dibandingkan ikan gurame, lele, mas, nila, dan bawal, belut tetap digemari masyarakat sehingga banyak dicari konsumen. Ini karena kandungan gizi yang terdapat dalam daging belut cukup tinggi, lagi pula cita rasa dagingnya sangat lezat. Untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi belut guna mencukupi kebutuhan konsumen, perlu adanya pemahaman bagi Anda yang berkeinginan membudidayakan belut terhadap beberapa faktor berikut.

NILAI BISNIS DAN KEUNGGULAN

Belut merupakan salah satu aset nasional jenis ikan air tawar yang turut menunjang kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Namun, pengembangan usaha tani belut ini umumnya masih bersifat ekstensif, yakni sebagai usaha sampingan, yang belum dikelola secara baik dan komersial. Padahal, sejak dahulu belut sudah dikenal sebagai ikan konsumsi penghasil daging yang penting bagi tubuh manusia. Belut memiliki pasar tersendiri dengan diolah menjadi berbagai masakan lezat. Kandungan gizi daging belut yang cukup lengkap dan tinggi disertai cita rasanya yang gurih dan lezat merupakan salah satu faktor menarik bagi konsumen. Untuk mendukung pengembangan pembudidayaan ikan belut, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut.

Produktivitas Ikan Belut

Ikan belut banyak terdapat di perairan umum, yang meliputi sungai, muara-muara sungai, bendungan atau waduk, rawa, dan danau. Namun, ikan belut umumnya lebih banyak ditemukan di persawahan dan tambak atau payau.

Sejauh ini, ikan belut yang dipasarkan umumnya berasal dari hasil penangkapan di perairan umum (alam), masih sedikit belut yang dijual kepada konsumen berasal dari hasil perikanan budidaya. Sementara itu, penangkapan belut di alam tidak dapat dilakukan sepanjang tahun. Belut hanya dapat ditangkap pada musim-musim tertentu sehingga hasil dari penangkapan di perairan umum atau di alam ini hanya sedikit dan kurang mencukupi kebutuhan pasar. Dalam setahun, umumnya penangkapan belut di perairan umum hanya dapat dilakukan selama 3 – 4,5 bulan, yakni pada musim kemarau, atau pada bulan-bulan tidak turun hujan, tidak berangin kencang, dan sedang tidak terang bulan. Sedangkan belut di persawahan hanya dapat ditangkap saat musim tanam padi hingga tanaman berumur sekitar 1 bulan, itu pun jumlahnya hanya sedikit. Di alam (perairan umum dan persawahan), belut akan keluar dari sarangnya dan berkeliaran di tepian perairan umum dan di pematang-pematang sawah (tepian sawah) maupun tepian tambak pada musim kemarau, sedang tidak berangin kencang, dan malam gelap (sedang tidak terang bulan). Pada saat itulah, belut mudah ditemukan dan ditangkap.

Semua kekurangan tersebut tentu perlu diatasi agar diperoleh hasil yang maksimal (memuaskan). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ikan belut adalah dengan menernakkannya di kolam budidaya. Usaha menernakkan ikan belut secara intensif dan dengan manajemen usaha yang baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas belut. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat akan daging ikan belut dapat tercukupi. Hal ini tentunya juga akan meningkatkan peranan perikanan budidaya dalam tata ekonomi nasional.

Secara genetik, ikan belut tergolong tipe ikan dengan pertumbuhan agak cepat dan konversi makanan menjadi protein esensial yang juga cukup tinggi. Belut yang diternakkan di kolam budidaya, pada umur 8 bulan sejak telur menetas, telah memiliki bobot badan sekitar 200 g/ekor, dan bobot tersebut sudah cukup untuk dikonsumsi.

Sementara perkembangbiakan ikan belut yang terdapat di alam hanya terjadi selama musim penghujan, pembiakan ikan belut yang diternakkan di kolam budidaya dapat berlangsung sepanjang tahun. Dengan demikian, produktivitas ikan belut yang diternakkan di kolam budidaya menjadi lebih tinggi. Setiap kali berbiak, satu induk belut betina menghasilkan sekitar 300 butir telur atau lebih.

Dikutip dari buku Meraup Laba Ratusan Juta Rupiah dari Budidaya Ikan Belut Di Lahan Seluas 1000 m2 karya Budi Samadi, Penerbit Nuansa 2016.

Budidaya Ikan Belut 600x560

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *