Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Meraup Laba dari Usaha Pembesaran Ikan Lele

Meraup Laba dari Usaha Pembesaran Ikan Lele

Oleh Budi Samadi

Sejak zaman dahulu, ikan lele sudah dikenal oleh masya­rakat sebagai bahan pangan yang merakyat. Lele merupakan komoditas perikanan yang penting, yang seolah ti­dak dapat dipisahkan dari kebutuhan pangan (lauk) masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, ikan lele telah lama populer di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sebagai bahan pangan, daging ikan lele memiliki kandungan protein tinggi. Lebih dari itu, daging ikan lele juga mengandung zat-zat nutrisi lainnya seperti kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, dan vitamin.

Di pasaran, ikan lele mudah didapatkan dengan harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan jenis ikan air tawar populer lainnya, seperti gurame, nila, mas, dan patin. Oleh karena itu, serapan pasar ikan lele sangat tinggi serta cepat laku. Selain harganya yang relatif lebih murah, hal ini juga karena kandungan gizi daging ikan lele yang cukup tinggi disertai cita rasanya yang memikat. Daging ikan lele dapat diolah menjadi berbagai macam masakan yang lezat. Untuk meningkatkan pengembangan budidaya ikan lele maka perlu pemahaman terhadap beberapa faktor berikut.

NILAI BISNIS DAN KEUNGGULAN

Di Indonesia, ikan lele umumnya sudah biasa dikonsumsi masyarakat sebagai salah satu menu makanan (lauk) selain daging sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, burung dara, burung puyuh, dan menu lainnya sehingga masyarakat Indonesia telah benar-benar populer dengan daging ikan lele sebagai menu makanan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia termasuk negara yang berhasil mengembangkan ikan lele. Lebih dari itu, daging ikan lele juga telah populer dan digemari bagi penduduk dunia. Kondisi ini tentunya menggambarkan nilai bisnis dan keunggulan budidaya ikan lele jika dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, serta jenis ikan yang paling laku di pasaran.

Dalam kapasitasnya sebagai ikan konsumsi unggulan dari jenis ikan air tawar, lele dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakat mulai dari hulu (pada kegiatan pembeniham, pemeliharaan, panen dan pascapanen, dan pemasaran) hingga ke hilir (pedagang/tengkulak, transportasi, hotel dan resto, pasar tradisional dan pasar swalayan/pengecer, warung-warung makan, dan resto pemancingan). Lebih dari itu, ikan lele juga menunjang pergerakan perekonomian nasional, serta dapat meningkatkan pembangunan nasional di segala sektor. Oleh karena itu, ikan lele juga termasuk salah satu aset nasional sejenis ikan air tawar yang penting, di samping jenis ikan air tawar lainnya.

Dalam hal karakteristik daging, ikan lele jenis dumbo dan sangkuriang tergolong jenis ikan yang berdaging cukup tebal dan tidak ada duri halus dalam dagingnya. Ikan lele hanya memiliki duri yang berfungsi sebagai kerangka tubuh yang terdapat di tengah-tengah tubuhnya. Dengan demikian, daging ikan lele mudah untuk dimakan tanpa takut terkena duri.

Ikan lele yang telah besar dengan bobot 0,5–1 kg memiliki daging yang sangat tebal. Daging ikan lele berwarna putih dan berkualitas baik, teksturnya keset padat, dan memiliki cita rasa yang lezat. Daging ikan lele merupakan sumber protein dengan kandungan lemak rendah (kandungan protein 18,2 g dan kandungan lemaknya 8,4 g).

Dalam hal percepatan pertumbuhan tubuh, ikan lele dumbo dan sangkuriang memiliki pertumbuhan tubuh yang cepat. Dalam waktu sekitar 4 bulan dari telur menetas lele dumbo dapat mencapai bobot 100–145 g, sedangkan lele sangkuriang dalam waktu 3 bulan dari telur menetas bobotnya sudah menyamai bobot lele dumbo yang telah berumur 4 bulan tersebut. Dengan demikian, dalam waktu sekitar 5,5 bulan dari telur menetas, lele dumbo dapat mencapai bobot sekitar 200 g dan lele sangkuriang dapat mencapai berat 250 g, di mana pada bobot tersebut, kedua jenis lele ini ideal untuk dikonsumsi. Sementara itu, pada lele lokal untuk mencapai bobot 200–300 g memerlukan waktu pemeliharaan 9–2 bulan sejak dari telur menetas.

Dalam hal perkembangbiakan, kematangan kelamin ikan lele (dewasa kelamin) tergolong cepat. Ikan lele sudah dapat memijah (berkembang biak) pada umur 4–5 bulan (lele dumbo), dan 8–9 bulan (lele sangkuriang). Sedangkan kematangan kelamin ikan lele lokal lebih lamban, yakni pada umur 1 tahun. Dan, dapat memijah lagi setelah 1,5 bulan. Benih ikan yang dapat dihasilkan oleh setiap ekor ikan lele dumbo betina yang beratnya 1 kg/ekor adalah sekitar 16.000–24.000 ekor. Sementara, pada ikan lele sangkuriang betina yang beratnya 1 kg/ekor adalah sekitar 36.000–54.000 ekor.

Selain itu, keunggulan lainnya adalah ikan lele mudah di­budidayakan. Bahkan, pada lingkungan yang kualitas airnya jelek, ikan lele masih dapat hidup dan tumbuh baik, walaupun pertumbuhannya tidak sebaik pada lingkungan yang kualitas airnya baik.
Dari segi harga atau nilai bisnis, ikan lele memiliki harga yang layak dan terjangkau oleh konsumen semua kalangan. Dengan demikian, serapan pasar ikan lele lebih besar daripada jenis ikan air tawar lainnya sehingga mempunyai nilai bisnis yang tinggi.

Dikutip dari buku Meraup Laba hingga Ratusan Jutaan Rupiah dari Usaha Pembesaran Ikan Lele Selama Dua Bulan Pemeliharaan karya Budi Samadi, Penerbit Nuansa 2016.

Pembesaran Ikan Lele 755

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *