Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Mudah Berbahasa Arab

Mudah Berbahasa Arab

Buku ini dimaksudkan sebagai modal awal bagi siapa saja yang berminat mempelajari bahasa Arab. Karena itu, bahan-bahan yang disajikan pun merupakan dasar-dasar, yang dipandang sangat sederhana dan mudah.


Bagian pertama buku ini disebut Qawâ’id, yang secara implisit mengandung dua cabang ilmu bahasa Arab, yaitu Nahwu dan Sharaf. Dalam buku ini, bahan-bahan dari setiap cabang ilmu ini tidak disajikan secara terpisah, tetapi disajikan secara terpadu.
Nahwu pada hakikatnya adalah suatu ilmu yang membahas perubahan bacaan atau harakat (i‘râb) huruf terakhir suatu kata, yang menyebabkan munculnya istilah marfû­‘, manshû­b, majrû­r, dan majzû­m. Sharaf adalah suatu ilmu yang membahas perubahan bentuk kata, dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Dari kajian ini, muncullah istilah-istilah, seperti mufrad, mutsannâ, dan jam‘; fi‘l mâdhi, mudhâri‘, amr, mashdar. Semua persoalan tadi dapat ditemukan dalam buku ini.
Bagian kedua adalah Muthâla‘ah, yang berisi bacaan-bacaan yang kosakatanya dipilih dari kosakata-kosakata yang populer dalam pergaulan mahasiswa. Hal ini dimaksudkan untuk menambah kosakata-kosakata baru yang tidak digunakan dalam contoh-contoh Qawâ’id.
Sistematika penyusunan pokok-pokok dan sub­pokok-subpokok bahasan dalam buku ini dimulai dari hal-hal yang mendasar dan paling mudah, lalu meningkat ke hal-hal yang lebih sulit dan mendalam; dimulai dari kalimat-kalimat yang sangat sederhana sampai kalimat-kalimat yang lebih rumit. Urutan penyajian materinya bersifat hirarkis.
Karena urutannya bersifat hirarkis, kepada guru diharapkan dapat mengikuti petunjuk-petunjuk berikut:
1. Pengajaran materi pelajaran harus diurut berdasarkan urutan penyajian buku ini, mulai dari awal hingga akhir.
2. Memberikan pengenalan dan pemahaman yang mantap sekali mengenai materi pelajaran pertama dan diberikan latihan-latihan yang memadai, karena ini merupakan dasar utama dari pelajaran-pelajaran berikutnya. Jangan pindah sebelum materi itu dikuasai secara baik.
3. Tidak menyajikan pokok bahasan berikutnya sebelum pokok bahasan sebelumnya dipahami secara baik dan mantap oleh mahasiswa.
4. Penyajian hal-hal yang rumit yang bersifat struktural, se­per­ti menguraikan kata menurut kedudukannya (meng-i‘râb), sebaiknya ditangguhkan dahulu. Jika ada pertanyaan-pertanyaan yang lebih tinggi dari mahasiswa dan belum ada kaitannya dengan pelajaran yang disajikan, hendaklah ditangguhkan jawabannya.
5. Latihan-latihan yang disajikan dalam buku ini belum cu­kup memadai. Untuk itu, kepada guru diharapkan dapat memberikan latihan-latihan tambahan, baik di kelas maupun di rumah, baik secara tertulis maupun secara lisan. Latihan-latihan yang sesuai dengan kondisi kelas dapat ditambah dan disempurnakan oleh setiap pengajar.
6. Para mahasiswa harus dilatih untuk membiasakan diri meng­ucapkan atau membaca contoh-contoh dan bahan muthala‘ah yang ada agar mereka terbiasa dengan pengucapan huruf-huruf Arab, yang sebelumnya tidak pernah atau kurang dilakukan. Sekali-sekali, ajarkanlah kepada mereka bagaimana cara menulis huruf-huruf Arab dengan baik, terutama bagi para pemula.
7. Pelajaran pertama dalam buku ini juga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengajari mereka yang ingin belajar membaca Al-Quran. Yang perlu ditekankan dalam pelajaran membaca Al-Quran adalah pengenalan bentuk huruf dan cara mengucapkannya, yang mencakup (a) pengenalan huruf hijaiyah, (b) pengenalan ucapan-ucapannya yang benar, (c) pengenalan bentuk-bentuk huruf menurut posisinya, dan (d) pengenalan huruf-huruf syamsiyah dan qamariyah. Dalam kaitan ini, tidak perlu diajarkan kepada mereka menulis huruf-huruf Arab.[]

Baca lebih lanjut Pangkal Penguasaan Bahasa Arab karya Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A. (Penerbit Nuansa, 2015)

Pangkal Penguasaan Bahasa Arab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *