Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Orang Melihat, Orang Melakukan

Orang Melihat, Orang Melakukan

Saya: Jika keinginan Anda adalah bahwa ketika menginstruksikan siswa Anda membatasi diri pada gaya ekspositori dengan kerumitan terkecil, konsisten dengan materi pelajaran dan populasi sasaran, hasil seperti itu lebih mungkin tercapai jika eksposisi Anda sendiri adalah isomorfik dengan apa yang diinginkan.
Anda: Huh?
Saya: Jika Anda ingin siswa Anda menggunakan bahasa yang sederhana ketika mereka mengajar, Anda harus menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar.
Anda: Mengapa Anda tidak mengatakannya?
Saya: Saya baru saja melakukannya.
Anda: Lalu, kenapa Anda tidak menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar?
Saya: Jangan lakukan seperti apa yang saya lakukan. Lakukanlah seperti apa yang saya katakan!
Dialog yang sedikit konyol itu memberikan gambaran tentang prinsip-prinsip modeling, yaitu mempraktikkan apa yang Anda khotbahkan.
Meskipun benar bahwa kita belajar dengan berlatih, dengan berbuat, dan dengan mendapat hadiah atau kemajuan kita, benar juga bahwa sebagian besar dari apa yang kita pelajari dipelajari melalui peniruan. Kebanyakan dari apa yang kita pelajari berasal dari melihat orang lain melakukan sesuatu yang membuat kita kemudian mampu melakukan—atau berani melakukan. Ketika kita melihat orang lain melakukan sesuatu, ada kecenderungan pada kita untuk meniru tindakan mereka. Orang melihat, orang melakukan. Continue Reading

Bercermin Pada Al-Qur'an

Bercermin Pada Al-Qur’an

Suatu hari, serombongan orang dari Bani Tamim menemui Nabi Muhammad Saw. Mereka mengajukan sebuah masalah yang sedang mereka hadapi. Telah terjadi perselisihan di antara mereka mengenai siapa yang pantas menjadi pemimpin. Oleh Karena itu, mereka datang kepada Nabi untuk meminta nasihat dalam menyelesaikannya. Continue Reading

Ikut Nabi, Raih Cinta Ilahi

Ikut Nabi, Raih Cinta Ilahi

Oleh Irwan Kurniawan

Jika seseorang ditanya, “Apakah Anda ingin bahagia?” Sudah pasti, jawabannya positif, yaitu Ya. Siapa sih yang tidak ingin bahagia? Apa pun yang kita lakukan dalam hidup ini, intinya adalah untuk meraih kebahagiaan. Orang rela kerja banting tulang dan mengorbankan apa pun yang dimilikinya semata-mata untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun demikian, setiap orang punya persepsi yang berbeda-beda tentang makna kebahagiaan, sehingga cara dan jalan yang mereka tempuh untuk meraihnya pun berlainan.

Continue Reading

Beberapa Kesalahan Penafsiran tentang Pengalaman Nabi sebagai Penggembala

Beberapa Kesalahan Penafsiran tentang Pengalaman Nabi sebagai Penggembala

Oleh Prof. Abdul hamid Siddiqi

Begitu pentingnya sehingga, ketika para penulis biografi Nabi dari Barat menulis kisah-hidupnya, mereka sangat menekankan pengalaman-pengalaman mental Nabi sebagai seorang peng­gembala. Mereka ingin memberikan kesan bahwa apa yang disebut Nabi sebagai wahyu itu tidak lain kecuali ingatannya terhadap kehidupan penggembalaannya. “Karena itu, kita dapat menduga,” tegas William Muir, “betapa berharganya suatu keyakinan yang mendalam dan sungguh-sungguh pada Tuhan sebagai sebab yang selalu hadir dan serba mengatur; sebuah keyakinan yang pada hari-hari sesudahnya ingin ditegakkan Nabi dari memori, tidak diragukan lagi, akan masa-masa awal ini oleh dorongan yang memikat dan menggetarkan hati pada cara kerja halus alam dan penyelarasan yang berguna terhadap Pemeliharaan yang selalu hadir.”

Continue Reading

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani

Oleh Syaikh Muhammad al-Kaznazani al-Husaini

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani lahir di Jailan, sebelah barat Iran, pada tahun 1077 M, dari pasangan suami-istri sufi ternama pada zaman mereka. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad Saw dari kedua orangtua beliau. Ayah beliau, Sayyid ‘Abdullah az-Zahid (secara harfiah “sang Sufi”) adalah putra Sayyid Yahya, ibn Sayyid Muhammad, ibn Sayyid Dawud, ibn Sayyid Musa, ibn Sayyid ‘Abdullah, ibn Sayyid Musa al-Jun, ibn Sayyid ‘Abdullah al-Mahdh, ibn Sayyid Hasan al-Mutsanna, ibn Imam Hasan As, ibn Imam ‘Ali ibn Abi Thalib Ra, Kw, saudara sepupu laki-laki Nabi Muhammad Saw. Dan as-Sayyidah Fathimah az-Zahrah As, putri Nabi Muhammad Saw.

Continue Reading

Bangunan Ka’bah

Bangunan Ka’bah

Oleh Saniyasnai Khan

Ismail tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah dan penuh kasih. Ibrahim dan Ismail diperintahkan oleh Allah agar membangun Rumah Allah—Ka’bah di Makkah. Mereka mengambil batu-batu dari dekat perbukitan dan mulai bekerja. Untuk tanah suci ini, Ibrahim berdoa, “Wahai Tuhanku, jadikanlah tanah ini aman, dan berilah penduduknya buah-buahan sebagaimana mereka telah beriman kepada Allah dan hari akhirat.”

Continue Reading

Ikut Nabi, Wajah Berseri

Oleh Irwan Kurniawan

Bagi orang Islam, mengikuti Nabi Muhammad Saw merupakan kebutuhan. Ini karena hanya melalui Nabi Muhammad, seorang muslim dapat mewujudkan keberagamaannya. Tidak mungkin seorang muslim mempraktikkan keislamannya tanpa meneladani Nabi utusan Allah itu. Bahkan, tidak mungkin ia mewujudkan cintanya kepada Allah jika tidak mengikuti Nabi-Nya. Continue Reading

IKUT NABI, MARI KITA PEDULI

Oleh: Irwan Kurniawan

Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam: Ketika Rasulullah Saw datang ke Madinah, orang-orang berlarian ke arahnya. Mereka berteriak, “Rasul telah datang… Rasul telah datang… Rasul telah datang…!” Lalu kudatangi kerumunan itu untuk melihat. Ketika kulihat wajahnya, tahulah aku bahwa itu bukan wajah pendusta. Pesan pertama yang kudengar diucapkannya adalah: “Wahai sekalian manusia, berilah makan (ith‘âmuth-tha‘âm), sebarkanlah salam, sambungkan silaturahmi, shalat malamlah saat orang-orang tertidur lelap, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim) Continue Reading

BENING HATI, LEMBUT PADA SESAMA

Oleh: Irwan Kurniawan

Seseorang yang merencanakan wisata, entah ke luar negeri ataupun di dalam negeri, dia akan mempersiapkan perbekalan sebelumnya. Besarnya bekal yang dipersiapkan bergantung pada seberapa lama dia berwisata dan seberapa jauh jarak perjalanannya dari rumah. Semakin jauh dan semakin lama perjalanan wisata, makin banyak pula bekal yang dipersiapkannya. Continue Reading

Dunia dalam Sebutir Telur

Oleh: Irwan Kurniawan

Pada abad ke-2 Hijriah, sejarah Islam mencatat nama seorang alim yang sangat jenius, dari keturunan Rasulullah Saw. Kepadanya berguru para pemuka dari segala penjuru. Ia adalah Ja‘far Shadiq. Salah seorang muridnya adalah Hisyam bin Hakam. Continue Reading