Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Jangan Telat Lima Menit Pun

Jangan Telat Lima Menit Pun

Oleh Hermawan Aksan

 

SUDAH lebih dari lima menit dari waktu yang disepakati. Tapi Dewi belum juga muncul. Nia mulai kesal menunggu.

“Jam sepuluh, ya,” kata Nia kemarin. “Jangan sampai telat lima menit pun.”

“Jam sepuluh,” sahut Dewi.

Keduanya teman sekelas di kelas delapan SMP Merah Putih. Baik Nia maupun Dewi sama-sama senang membaca buku dan mereka janjian bertemu di dekat Kantor Pos untuk bersama-sama menuju toko buku di kota itu. Keduanya ingin menghabiskan waktu Minggu siang di toko buku. Continue Reading

Beyond Belief:  Agama, Pluralitas, dan Kemanusiaan

Beyond Belief: Agama, Pluralitas, dan Kemanusiaan

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Buku ini merupakan koleksi dari sebagian artikel-artikelku yang bersifat reflektif-kontemplatif, bukan yang “akademik-ilmiah”, yang tersebar di sejumlah buku dan majalah. Hampir semua artikel di buku ini merupakan “catatan perjalanan dan pergumulan” yang saya lihat dan alami di berbagai tempat dan negara, termasuk Arab Saudi dan Amerika Serikat. Ada juga sebagian artikel yang saya tulis sebagai “ungkapan kekaguman” terhadap sejumlah teman dan tokoh seperti Leymah Gbowee (teman kelasku dari Liberia, Afrika, dulu waktu kuliah di Amerika yang meraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 2011) dan Prof. Dr. Pdt. John Titaley (Rektor Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, salah satu mentor dan mantan guruku dulu). Pula, dalam buku ini ada artikel-artikel “in memoriam” yang saya tulis untuk orang-orang terkasih yang saya kagumi yang telah “pulang” ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa mendahului saya. Di antara mereka adalah K.H. M.A. Sahal Mahfudh (mantan Rais ‘Aam PBNU dan Ketua Umum MUI) serta kakak dan ayahku tercinta. Semoga di alam baka sana, mereka diberi tempat yang layak oleh Allah Swt.

Continue Reading

Fakta dan Kebutuhan Cairan

Fakta dan Kebutuhan Cairan

FAKTA DAN KEBUTUHAN CAIRAN

Air merupakan cairan paling penting yang menyusun lebih dari setengah berat tubuh Anda dan secara terus-menerus hilang dari dalam tubuh dan harus digantikan. Tidak semua air ini dikeluarkan sebagai sampah. Sebagiannya hilang dalam bentuk keringat dan uap yang tidak terasa dan tidak terlihat melalui kulit. Sebagian air dalam tubuh berasal dari paru-paru. Anda bisa melihat lembap ini dengan bernafas di depan cermin. Berapa banyak cairan yang Anda butuhkan? Kebutuhan Anda akan cairan bergantung pada ukuran dan berat tubuh Anda. Aturannya, orang dewasa harus minum antara 1,5 dan 2 liter cairan sehari. Anak-anak tentu membutuhkan jumlah
yang lebih sedikit. Continue Reading

Miskin Pikiran

Miskin Pikiran

Oleh Hasanudin Abdurakhman

“Miskin harta itu gampang sembuhnya, cukup dengan bekerja. Tetapi kebanyakan orang miskin itu bukan miskin harta, mereka miskin pikiran.” Emak selalu mengomelkan hal itu kepada kami sejak kami masih kecil. Ada banyak orang miskin di kampung kami ketika itu. Rumahnya reot, nyaris tumbang. Atap bocor di sana-sini. Demikian pula, dinding rumahnya bolong di berbagai tempat. Rumah juga tanpa perabot. Untuk tidur, mereka pakai tikar pandan yang sudah robek. Sekadar piring makan saja mereka pakai piring seng yang sudah berkarat.

Continue Reading

Antara Mengarang dan Menulis

Antara Mengarang dan Menulis

Sebenarnya istilah mengarang dan menulis dalam bahasa Indonesia digunakan sepadan dan bergantian. Namun, jika diselisik lagi maknanya, mengarang lebih dekat pada aktivitas berimajinasi, sedangkan menulis lebih dekat pada aktivitas mekanis menata kata hingga membentuk sebuah karangan.
Mengarang itu gampang kata Arswendo Atmowiloto dalam bukunya, tetapi menulis itu sulit kata Budi Darma dalam salah satu artikel lawasnya di Kompas. Ya, seseorang yang terlambat masuk kantor atau sekolah mungkin mudah mengarang alasan mengapa ia terlambat. Coba alasan itu dituliskan dalam satu halaman kertas, mungkin ia akan mengalami kesulitan.

Continue Reading

Orang Melihat, Orang Melakukan

Orang Melihat, Orang Melakukan

Saya: Jika keinginan Anda adalah bahwa ketika menginstruksikan siswa Anda membatasi diri pada gaya ekspositori dengan kerumitan terkecil, konsisten dengan materi pelajaran dan populasi sasaran, hasil seperti itu lebih mungkin tercapai jika eksposisi Anda sendiri adalah isomorfik dengan apa yang diinginkan.
Anda: Huh?
Saya: Jika Anda ingin siswa Anda menggunakan bahasa yang sederhana ketika mereka mengajar, Anda harus menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar.
Anda: Mengapa Anda tidak mengatakannya?
Saya: Saya baru saja melakukannya.
Anda: Lalu, kenapa Anda tidak menggunakan bahasa sederhana ketika Anda mengajar?
Saya: Jangan lakukan seperti apa yang saya lakukan. Lakukanlah seperti apa yang saya katakan!
Dialog yang sedikit konyol itu memberikan gambaran tentang prinsip-prinsip modeling, yaitu mempraktikkan apa yang Anda khotbahkan.
Meskipun benar bahwa kita belajar dengan berlatih, dengan berbuat, dan dengan mendapat hadiah atau kemajuan kita, benar juga bahwa sebagian besar dari apa yang kita pelajari dipelajari melalui peniruan. Kebanyakan dari apa yang kita pelajari berasal dari melihat orang lain melakukan sesuatu yang membuat kita kemudian mampu melakukan—atau berani melakukan. Ketika kita melihat orang lain melakukan sesuatu, ada kecenderungan pada kita untuk meniru tindakan mereka. Orang melihat, orang melakukan. Continue Reading

Bercermin Pada Al-Qur'an

Bercermin Pada Al-Qur’an

Suatu hari, serombongan orang dari Bani Tamim menemui Nabi Muhammad Saw. Mereka mengajukan sebuah masalah yang sedang mereka hadapi. Telah terjadi perselisihan di antara mereka mengenai siapa yang pantas menjadi pemimpin. Oleh Karena itu, mereka datang kepada Nabi untuk meminta nasihat dalam menyelesaikannya. Continue Reading

Ikut Nabi, Raih Cinta Ilahi

Ikut Nabi, Raih Cinta Ilahi

Oleh Irwan Kurniawan

Jika seseorang ditanya, “Apakah Anda ingin bahagia?” Sudah pasti, jawabannya positif, yaitu Ya. Siapa sih yang tidak ingin bahagia? Apa pun yang kita lakukan dalam hidup ini, intinya adalah untuk meraih kebahagiaan. Orang rela kerja banting tulang dan mengorbankan apa pun yang dimilikinya semata-mata untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun demikian, setiap orang punya persepsi yang berbeda-beda tentang makna kebahagiaan, sehingga cara dan jalan yang mereka tempuh untuk meraihnya pun berlainan.

Continue Reading

Beberapa Kesalahan Penafsiran tentang Pengalaman Nabi sebagai Penggembala

Beberapa Kesalahan Penafsiran tentang Pengalaman Nabi sebagai Penggembala

Oleh Prof. Abdul hamid Siddiqi

Begitu pentingnya sehingga, ketika para penulis biografi Nabi dari Barat menulis kisah-hidupnya, mereka sangat menekankan pengalaman-pengalaman mental Nabi sebagai seorang peng­gembala. Mereka ingin memberikan kesan bahwa apa yang disebut Nabi sebagai wahyu itu tidak lain kecuali ingatannya terhadap kehidupan penggembalaannya. “Karena itu, kita dapat menduga,” tegas William Muir, “betapa berharganya suatu keyakinan yang mendalam dan sungguh-sungguh pada Tuhan sebagai sebab yang selalu hadir dan serba mengatur; sebuah keyakinan yang pada hari-hari sesudahnya ingin ditegakkan Nabi dari memori, tidak diragukan lagi, akan masa-masa awal ini oleh dorongan yang memikat dan menggetarkan hati pada cara kerja halus alam dan penyelarasan yang berguna terhadap Pemeliharaan yang selalu hadir.”

Continue Reading

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani

Oleh Syaikh Muhammad al-Kaznazani al-Husaini

Syaikh ‘Abd al-Qadir Jilani lahir di Jailan, sebelah barat Iran, pada tahun 1077 M, dari pasangan suami-istri sufi ternama pada zaman mereka. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad Saw dari kedua orangtua beliau. Ayah beliau, Sayyid ‘Abdullah az-Zahid (secara harfiah “sang Sufi”) adalah putra Sayyid Yahya, ibn Sayyid Muhammad, ibn Sayyid Dawud, ibn Sayyid Musa, ibn Sayyid ‘Abdullah, ibn Sayyid Musa al-Jun, ibn Sayyid ‘Abdullah al-Mahdh, ibn Sayyid Hasan al-Mutsanna, ibn Imam Hasan As, ibn Imam ‘Ali ibn Abi Thalib Ra, Kw, saudara sepupu laki-laki Nabi Muhammad Saw. Dan as-Sayyidah Fathimah az-Zahrah As, putri Nabi Muhammad Saw.

Continue Reading