Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Santun kepada Teman

Santun kepada Teman

Tia tidak sengaja memakai seragam yang salah. Dia buru-buru ke sekolah karena harus menjaga ayahnya yang dirawat di rumah sakit.Begitu masuk kelas, semua temannya bergumam, kemudian tertawa. Ada yang bercanda dan berkata, “Tia tampil beda, uuy!”

Kelas mendadak riuh, dan Tia senyum-senyum saja. Lama-lama yang berkomentar semakin banyak, “Artis hari ini, lupa hari, salah panggung, hingga amnesia!”

Tak ada yang tahu, mengapa Tia sampai pakai baju yang salah. Tak ada yang bertanya, tak ada pula yang menghiburnya. Semua temannya tertawa gembira. Ibu Guru hanya bisa mengangkat tangan dan meminta mereka tenang. Sungguh, teman-teman Tia tidak berniat buruk, ingin bercanda saja. Tapi akibatnya, Tia mendadak menangis terisak-isak.

Zzzbb…
Kelas jadi sepi. Semua diam sambil saling pandang.
“Kenapa, Tia? Kita kan cuma bercanda…” tanya Rani, teman sebangku Tia.
Tia hanya menggeleng sambil terus menangis.

Bagaimana perasaanmu jika kamu jadi Tia? Bagaimana juga perasaanmu jika kamu jadi teman-teman sekelasnya? Kadang dalam pertemanan, banyak hal yang tidak terduga. Bagi banyak orang, teman adalah orang yang penting setelah keluarga. Bahkan, kadang kamu bisa bercerita lebih bebas kepada teman daripada kepada orangtua. Ada ungkapan yang berbunyi: kalau kamu ingin mengetahui watak seseorang, lihatlah teman-teman yang ada di sekitarnya.

Jadi, teman pun menentukan kepribadian kita, lho. Karena posisi teman sedemikian penting, kamu wajib memiliki pengetahuan yang benar tentang pertemanan, khususnya teman di sekolah.

 

 

sumber: Remaja Hebat di Rumah dan di Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *