Cart

Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Taman Siswa Dengan Metode Among

Perguruan Taman Siswa didirikan Soewardi di Jogjakarta saat rakyat Indonesia bergerak menuju kemerdekaan. Waktu itu, rakyat sedang menempuh masa peralihan dari periode perjuangan kooperatif ke perjuangan non-kooperatif.

Taman Siswa merupakan badan perjuangan yang berjiwa nasional yang menggunakan kebudayaan sendiri sebagai dasar pergerakan. Taman Siswa tidak hanya menghendaki pembentukan akal budi, tetapi juga pendidikan moral. Di Taman Siswa, seorang guru berkewajiban mengajar dan mendidik. Prinsipnya, mengajar berarti mentransfer ilmu pengetahuan agar anak didik menjadi pandai, berpengetahuan, dan cerdas. Mendidik berarti menumbuhkan budi pekerti agar anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan bermoral baik.

Dalam melaksanakan tugas mengajar dan mendidik, guru harus memberikan tuntunan serta dukungan kepada anak didik agar tumbuh dan berkembang berdasarkan kekuatan sendiri. Mengajar dan mendidik dengan cara-cara kolonial, seperti memberikan perintah, paksaan, serta hukuman, harus ditinggalkan.

Metode ini dikenal sebagai among. Among berarti membimbing anak didik dengan penuh kecintaan dan mendahulukan kepentingan mereka, sehingga bisa berkembang menurut kodratnya. Semboyan yang digunakan untuk melaksanakan metode ini adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya guru seyogianya menjadi teladan di depan.

Kemudian, Ing Madya Mangun Karsa, artinya guru mengikuti murid dari belakang dengan memberikan dorongan, bimbingan, perhatian, dan pertolongan bila perlu.

Terakhir, Tut Wuri Handayani, artinya guru mendorong para siswa untuk mencari pengetahuan dan belajar sendiri. Di sini, anak didik hendaknya membiasakan berdisiplin dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, tanpa ada paksaan dari orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *