Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Universitas dan Fungsinya

Universitas dan Fungsinya

Dalam buku karangan Alfred North Whitehead, TUJUAN PENDIDIKAN, di bab 3 menjelaskan tentang Universitas dan Fungsinya.

Universitas adalah sekolah pendidikan dan juga sekolah penelitian. Tetapi alasan utama keberadaannya tidak bisa dicari dalam semata-mata pengetahuan yang disampaikan kepada para mahasiswa ataupun dalam sekadar kesempatan untuk melakukan penelitian yang diberikan kepada para dosen.

Orang-orang muda memiliki watak imajinatif. Jika imajinasi tersebut diperkuat oleh disiplin, energinya yang besar bisa dilestarikan sepanjang hayat. Tragedi dunia kita ini adalah bahwa orang-orang yang berwatak imajinatif hanya memiliki sedikit pengalaman, sedangkan mereka yang berpengalaman hanya memiliki imajinasi yang lemah. Orang tolol bertindak berdasarkan imajinasi tanpa pengetahuan. Orang yang suka menonjolkan ilmunya bertindak berdasarkan pengetahuan tanpa imajinasi. Tugas universitas adalah memadukan imajinasi dan pengalaman.

Disiplin awal imajinasi dalam periode semangat kemudaannya menuntut tidak adanya tanggungjawab atas tindakan segera. Kebiasan berpikir tak-bias, di mana berbagai contoh ideal dicermati dalam turunannya dari prinsip-prinsip umum, tidak dapat diperoleh ketika ada tugas harian pelestarian organisasi konkret. Anda harus bebas berpikir entah benar ataupun salah, dan bebas mengapresiasi keragaman alam semesta tanpa diganggu oleh bahaya-bahayanya.

Renungan mengenai fungsi-fungsi umum universitas ini bisa dengan seketika diterjemahkan dalam batasan fungsi-fungsi khusus sebuah sekolah bisnis. Kita tidak perlu takut untuk menegaskan bahwa fungsi utama sekolah seperti itu adalah untuk menghasilkan orang-orang yang memiliki semangat yang lebih besar untuk berwirausaha. Dianggap sebagai fitnah keji terhadap fitrah manusia jika kita memahami bahwa semangat untuk hidup merupakan produk dari tujuan biasa menuju rutinitas kenyamanan material. Manusia dengan naluri perintisnya, dan dengan seratus cara lainnya, mempermaklumkan palsunya kebohongan tersebut.
Dalam organisme sosial modern, petualangan hidup tidak bisa dilepaskan dari petualangan intelektual. Di tengah-tengah situasi dan kondisi yang lebih sederhana, sang perintis bisa mengikuti desakan naluriahnya, yang diarahkan kepada pemandangan yang dilihatnya dari puncak gunung. Tetapi dalam organisasi rumit bisnis modern, petualangan analisis intelektual serta petualangan rekonstruksi imajinatif haruslah mendahului reorganisasi yang berhasil. Di dunia yang lebih sederhana, hubungan-hubungan bisnis adalah lebih sederhana, karena didasarkan pada kontak langsung orang dengan orang dan pada konfrontasi langsung dengan semua situasi dan kondisi material yang relevan.

Organisasi bisnis dewasa ini memerlukan pemahaman imajinatif tentang kondisi kejiwaan orang-orang yang terlibat dalam berbagai mode matapencaharian yang berbeda-beda. Kondisi itu meliputi kejiwaan orang-orang yang tinggal terpencar-pencar di kota, gunung, dataran, laut, tambang, dan hutan. Ia memerlukan pemahaman imajinatif mengenai kondisi di daerah-daerah tropis serta kondisi di kawasan-kawasan yang beriklim sedang. Ia memerlukan pemahaman imajinatif mengenai jalinan kepentingan-kepentingan organisasi-organisasi besar. Juga mengenai reaksi-reaksi kompleks seluruhnya terhadap perubahan apa pun dalam salah satu unsurnya. Ia memerlukan pemahaman imajinatif mengenai hukum-hukum ekonomi politik, bukan hanya secara abstrak, tetapi juga dengan kemampuan untuk menafsirkannya dalam batasan situasi dan kondisi khusus dari sebuah bisnis yang konkret.

Imajinasi adalah penyakit yang menular. Ia tidak dapat diukur dengan meter atau ditimbang dengan kilogram dan kemudian diberikan kepada para mahasiswa oleh para dosen. Ia hanya bisa dikomunikasikan oleh fakultas yang dosen-dosennya sendiri mengemban ilmu mereka dengan imajinasi. Dengan mengatakan ini, saya hanya mengulangi salah satu dari pernyataan-pernyataan yang paling tua. Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, bangsa-bangsa kuno melambangkan ilmu pengetahuan dengan sebuah obor yang dialihkan dari satu tangan ke tangan selanjutnya dari generasi-generasi selanjutnya. Obor yang dinyalakan itu adalah imajinasi yang saya bicarakan ini.

Penggabungan imajinasi dan ilmu pengetahuan memerlukan kesantaian, kebebasan dari kendala dan kecemasan yang mengharu biru, beberapa ragam pengalaman, dan perangsangan pikiran yang beragam dalam opini dan perlengkapannya. Juga diperlukan gairah rasa ingin tahu dan kepercayaan diri yang berasal dari kebanggaan akan capaian-capaian masyarakat sekitar dalam mewujudkan kemajuan ilmu pengetahuan. Imajinasi tidak bisa secara sekaligus dan untuk semua orang, lalu disimpan secara tidak tentu dalam kotak es untuk diproduksi secara berkala dalam kuantitas-kuantitas yang dinyatakan. Kehidupan yang penuh ilmu dan imajinasi merupakan suatu cara hidup dan bukannya sebuah barang dagangan.

Pendidikan adalah disiplin untuk petualangan hidup, penelitian adalah petualangan intelektual. Universitas harus menjadi rumah bagi petualangan yang sama-sama dilakukan oleh kaum muda dan kaum tua. Demi keberhasilan pendidikan, haruslah selalu ada kesegaran tertentu dalam pengetahuan yang diurus. Ia tidak boleh baru dalam dirinya sendiri atau ia harus diisi dengan suatu kebaruan penerapan pada dunia baru dari zaman yang baru. Ilmu pengetahuan tidaklah bisa lebih awet daripada ikan. Anda boleh jadi berurusan dengan pengetahuan tentang spesies-spesies yang lama, dengan kebenaran yang lama pula. Namun, entah bagaimana, ia harus datang kepada para mahasiswa sebagaimana adanya, begitu saja dikeluarkan dari laut dan dengan kesegaran arti pentingnya yang langsung.

Fungsi seorang sarjana adalah membangkitkan kebijaksanaan dan keindahan dalam kehidupan yang keajaibannya telah hilang pada masa lampau. Suatu masyarakat yang maju bergantung pada tercakupnya tiga kelompok—kaum sarjana dan para penemu. Kemajuannya juga bergantung pada kenyataan bahwa massa terpelajarnya terdiri dari anggota-anggota yang masing-masing diwarnai oleh kesarjanaan dan penemuan. Di sini, saya menggunakan istilah penemuan (discovery) untuk mengungkapkan kemajuan ilmu pengetahuan berkenaan dengan kebenaran-kebenaran suatu keumuman (generality) yang tinggi. Adapun istilah invensi (invention) adalah untuk mengungkapkan kemajuan ilmu pengetahuan berkenaan dengan penerapan kebenaran-kebenaran umum dengan cara-cara khusus yang tunduk kepada kebutuhan-kebutuhan yang ada.

Sistem universitas modern di negeri-negeri demokratis yang besar hanya akan berhasil jika yang memegang kewenangan tertinggi melakukan tindakan luar biasa untuk mengingat bahwa universitas tidak bisa diurus sesuai dengan peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku di perusahaan-perusahaan yang akrab. Sekolah bisnis tidak terkecualikan dari hukum kehidupan universitas ini. Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang bisa ditambahkan kepada apa yang dikatakan oleh para rektor dari banyak universitas di Amerika baru-baru ini. Tetapi apakah porsi yang efektif dari masyarakat umum, di Amerika ataupun di negeri-negeri lainnya, akan mengikuti saran-saran mereka, tampaknya diragukan. Keseluruhan pokok persoalan universitas adalah, di sisi kependidikannya, membawa kaum muda ke dalam pengaruh intelektual sekumpulan sarjana yang imajinatif. Tidak ada jalan lari dari perhatian yang layak terhadap kondisi-kondisi yang—seperti sudah ditunjukkan oleh pengalaman—akan menghasilkan kumpulan seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *