Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Warak

Warak

Menjauhi keburukan dalam tasawuf disebut warak. Menurut kamus bahasa Arab, seperti Mu’jam al-Ma‘ânî al-Jâmi‘, warak (Arab: wara‘) berarti menjauhkan diri dari dosa dan mengendalikan diri untuk tidak melakukan yang samar-samar (syubuhat) serta tidak berbuat maksiat dalam menjalankan ketakwaan. KBBI menjelaskan warak dengan penjelasan yang keliru dan memberi contoh dengan kalimat yang benar:

warak1/wa·rak/ a Isl patuh dan taat kepada
Allah: kita harus — berpantang segala larangan

Di antara perintah-perintah Tuhan yang pertama kepada Nabi yang mulia pada awal kenabian adalah warak: berpantang dari segala larangan, menjauhi segala keburukan. Itu rukun takwa yang pertama. Segera setelah membesarkan asma Tuhan, Nabi diperintahkan untuk “membersihkan pakaianmu” dan “dari perbuatan buruk
menjauhlah” (silakan lihat Qs al-Muddatstsir [74]: 4-5). Ibn Qayyim al-Jauziyah memasukkan warak dalam salah satu stasiun awal dalam perjalanan menuju Allah.

Menurut Ibn Qayyim, dalam ungkapan Arab, pakaian menunjukkan jiwa atau hati. Untuk orang yang setia dan tulus, orang Arab berkata: Pakaian dia bersih. Untuk orang yang berbuat dosa dan berkhianat: Pakaian dia kotor. Dalam tafsir mimpi, pakaian berarti hati. Jika Anda bermimpi memakai pakaian kotor, hati Anda sedang keruh, kelam, penuh dengan noktah-noktah dosa. Jika pakaian Anda sobek-sobek, hati Anda sedang carut-marut. Jika Anda bermimpi sedang mencuci pakaian, bersyukurlah. Anda sedang menjalani proses penyucian diri. Sebagaimana pakaian dibersihkan dengan air, maka hati dibersihkan dengan warak.

Sekarang, cucilah jiwamu dan hatimu dengan warak. Kedekatan dengan Tuhan hanya dicapai dengan proses penyucian diri. Lâ yamassuhu illâ almuththahharûn. Bagaimana mungkin langkah kamu ringan untuk mendekati Dia jika seabrek dosa meremukkan punggungmu? Bagaimana mungkin ilmu ilahi datang padamu, karena—kata Imam
Syafi‘i—anugerah Tuhan “lâ ya’tî lil-‘âshi, tidak datang kepada ahli maksiat”.Dengarkan nyanyianRumi:

Semua orang melihat yang tak terlihat
Sesuai dengan kejernihan hatinya
Dan sesuai dengan seberapa banyak ia
mengkilapkannya
Siapa saja yang lebih banyak mengkilapkan
Ia akan lebih banyak melihat,
Lebih banyak lagi yang tak terlihat tampak
kepadanya

Menggosok cermin hatimu lebih banyak akan memudahkan Cahaya Tuhan masuk dalam hatimu. Membersihkan karat-karat dosa dari kalbumu akan memantulkan kembali cahaya ilahi ke segenap penjuru bumi. Menggosok hati dan membersihkan karat-karat dosa untuk menyerap cahaya adalah warak.

 

Sumber: Jangan Bakar Taman Surgamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *