Customer Login

Lost password?

View your shopping cart

Dari Kami

Wikileaks dan Julian Assange

Wikileaks dan Julian Assange

Oleh Happy Nur Widiamoko

 Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia.  Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Saat ini alamat situs telah dialihkan ke http://www.wikileaks.ch untuk alasan keamanan.

Sejumlah pertanyaan muncul tentang dimanakah markas WikiLeaks1 dan bagaimanakah  cara kerjanya sehingga WikiLeaks ini bisa mendapat begitu banyak dokumen rahasia negara, lalu membocorkannya ke ruang publik.

Orang hanya mengetahui jejak situsnya di dunia maya.  Jejaknya hanya bisa diketahui dari server internet yang melayani (hosting) situs WikiLeaks saja—Julian Assange sendiri diduga ”dipasang” untuk menjadi ”pendiri”. WikiLeaks dikenal sejak Amazon.com Inc, yang berpusat di Seattle, AS, menjadi hosting bagi situs yang gemar membocorkan dokumen rahasia AS ini. Amazon kemudian mendepak WikiLeaks dan  membantah bahwa tindakan memutus kerjasama ini dilakukan akibat tekanan parlemen atau Pemerintah AS.

Setelah didepak dari server milik Amazon, WikiLeaks kemudian  bersembunyi di tempat baru di Swedia. Lalu ia menggunakan provider terbesar di Swedia, yakni Bahnhof yang bermarkas di sebuah bungker, sekitar 30 meter di bawah tanah. Bahnhof dimiliki pengusaha asal Swiss. Merujuk berbagai foto di media asing dan gambar yang dirilis YouTube dan CNN, tampak markas server situs WikiLeaks berada di sebuah gunung batu cadas. CEO Bahnhof Jon Karlung menyebutkan, bungker itu bekas markas perang yang digunakan pada Perang Dingin di Eropa. Bungker seperti dipahat dari gunung batu cadas yang keras, tidak jauh dari Stockholm, ibu kota negara Swedia. Di dalamnya ada taman, ada ruang konferensi, dan generator cadangan yang diambil dari kapal selam Jerman. Selain itu, ada laboratorium dan juga ruang membajak dokumen negara.

Bungker itu dianalogikan sebagai goa dalam film fiksi James Bond karya Ian Fleming. Kini bungker itu disebut sebagai pusat data, goa literal, yang menyimpan file-file rahasia WikiLeaks  Tampaknya biaya yang dikeluarkan sangat besar untuk membangun server bagi WikiLeaks. Pertanyaan yang masih belum terjawab adalah tentang siapa di balik investasi rahasia ini.

Tokoh yang ditampilkan sebagai pemilik, direktur, maupun pimpinan WikiLeaks dicurigai hanya sebagai tokoh legal.  Profil dan latarbelakang kehidupannya banyak ditelusuri dan berbagai media berusaha menyuguhkan tentang siapakah dia. Laki-laki berumur  39 tahun dan berwajah imut ini lahir di Queensland, Australia. Di kalangan aktifis masyarakat sipil, dia adalah pejuang dan aktifis yang menyerukan kebebasan informasi—sebuah alasan yang digunakan bagi tindakannya dalam membocorkan informasi dan dokumen yang dirahasiakan. Jadi dia dikenal sebagai publikator, peretas (hacker) dan aktivis internet.

Konon masa kecil Julian Assange bisa dikatakan susah.  Ibunya, Christine, menikah lagi dengan seorang musisi gerakan ’New Age’ yang kontroversial. Karena ayah tirinya sangat kejam, ia dan ibunya harus melarikan diri dan hidup nomaden. Jadi tampaknya ia tak pernah mendapatkan pendidikan formal karena sebelum berusia 14 tahun ia telah pindah-pindah tempat tinggal sebanyak 37 kali. Bekal pengetahuan dalam rumah (homeschooling) dari ibunyalah yang membuat ia bisa mengikuti perkuliahan di sejumlah universitas di Australia.

Kariernya di bidang hacker komputer dimulai pada tahun 1987  saat usianya 16 tahun. Nama sandi yang digunakannya waktu itu adalah  ‘Mendax’. Kemudian bersama dua orang sahabat ia mendirikan sebuah kelompok bernama Internasional Subversives. Julian dan teman-temannya bukanlah perusak program atau situs. Kegiatannya adalah mencuri data-data dari situs tersebut yang bersifat ‘rahasia’ dan membagikannya kepada umum.

Mereka juga mulai membangun  akses ke sejumlah universitas ternama di Australia, kemudian juga ke luar negeri, termasuk akses ke Nortel, sebuah perusahaan telekomunikasi di Kanada.  Pada tahun 1991 ia ditangkap  dan dinyatakan bersalah atas 24 tuduhan aktivitas hacking-nya. Tentu kemampuannya di dunia hacking masih belum canggih seperti sekarang. Setelah  membayar denda sejumlah AUS$2100, iapun bebas dari hukuman.

Assange diketahui pernah belajar di enam universitas. Dari tahun 2003-2006, dia mempelajari fisika dan matematika di Universitas Melbourne. Selain itu, dia juga mempelajari filosofi dan neurosains. Pada tahun 1990-an, Assange bekerja sebagai perancang program perangkat lunak yang mengatur keamana komputer di Australia dan luar negeri. Di tahun 1997, dia ikut menciptakan Rubberhose deniable encryption, suatu sistem kriptografi yang dibuat untuk pekerja hak asasi manusia untuk melindungi data sensitif di lapangan dan dia juga menjadi salah satu tokoh kunci dalam gerakan pembebasan perangkat lunak.

Pada tahun 2006, Assange bersama lima orang lainnya mendirikan situs bernama Wikileaks yang kemudian menjadi terkenal karena kegiatannya dalam membocorkan rahasia penting di berbagai negara. Memahami WikiLeaks, bayangan kita adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh para pemuda yang memiliki kemampuan canggih di bidang TI (teknologi informasi), terutama hacking, yang kemudian mereka menggunakan kemampuan itu untuk menjebol rahasia yang juga disimpan melalui teknologi yang canggih. Kenapa mereka melakukannya, bisa jadi karena mereka menginginkan tidak ada yang ditutup-tutupi karena yang ditutup-tutupi biasanya adalah perbuatan jahat dan agenda busuk. Tetapi juga muncul kecurigaan bahwa ada motif lain di belakang pekerjaan anak-anak muda itu.

Dalam bahasa yang idealis, tujuannya dibungkus dengan konsep ”demokrasi”—suatu hal yang menjadi dasar hidup ideal bagi masyarakat Barat dan negara-negara kawasan lain yang menerima konsep itru. Mereka seringkali mengatakan bahwa tujuan awal situs ini adalah membongkar kelakuan perusahaan yang dinilai tidak etis, serta membantu pemberantasan korupsi di lembaga publik. Motto yang digunakannya adalah ‘Transparansi/keterbukaan’, hal itu dapat dilihat pada situsnya, yakni paragraf yang bertuliskan “Transparansi menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua masyarakat. Pengawasan yang baik akan mengurangi korupsi dan memperkuat demokrasi di semua institusi sosial, termasuk pemerintahan, perusahaan dan organisasi lainnya”.

WikiLeaks mengaku bukan bertujuan mencari keuntungan dan para aktivisnya bekerja secara sukarela. Julian Assange dan kawan-kawannya tidak menerima uang sepeser pun dari tindakan mereka ini. Semua biaya yang diperoleh Wikileaks berasal dari pengunjung situs tersebut, dan donatur lain yang tak mengikat. Beberapa media terkemuka di negara-negara besar (The New York Times, The Guardian, El Paiz, Der Spiegel, dll) yang menggunakan bocoran informasinya untuk dipublikasikan dalam berita dan ulasan (artikel) merupakan pihak yang mungkin saja juga memberi sumbangan  pada kegiatannya dalam konteks pemberi jasa informasi.

Assange bukanlah orang yang misterius karena ia juga sering tampil di publik tanpa rasa takut—meskipun belakangan ia disamakan dengan teroris. Tampaknya lebih banyak yang mendukungnya daripada yang membencinya. Ia sering tampil di publik sebagai pembicara dalam seminar maupun nara sumber dalam wawancara di seperti Al JazeeraMSNBCDemocracy Now! Dan The Colbert Report. Karena kesibukannya tersebut ia harus tinggal berpindah-pindah. (Dan ia sudah terbiasa hidup nomaden sejak kecil). Dia pernah menginap di bandara. Kadang dia berada di Australia, Kenya dan Tanzania. Terakhir, Assange dilaporkan menyewa sebuah rumah di Islandia.

Setelah dia dicari-cari karena ulahnya membocorkan rahasia, Julian Assange terakhir tampil di hadapan umum pada awal Juli lalu memanfaatkan kecanggihan teknologi melalui Video Conference, tidak tampil secara fisik. Dalam acara “Personal Democracy Forum di New York itu massa yang hadir membludak.

Karena tindakannya dan idealismenya untuk mewujudkan transparansi  informasi publik itulah Wikilieaks memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya penghargaan media dari Amnesty International pada 2009,  Penghargaan Economist Index on Cencorship pada 2008, Sam Adams Award pada 2010. Julian Assange sendiri secara pribadi juga mendapatkan penghargaan. Misalnya, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 25 visioner yang akan mengubah dunia versi majalah Utne Reader. Tak hanya itu, majalah prestisius Time pun menyematkan gelar Person Of The Year 2010 kepada pria berambut pirang ini.

Catatan:

[1] “Di Mana Markas WikiLeaks?”, Kompas edisi Rabu, 8 Desember 2010.

Baca lebih lengkap dalam buku Pendobrak Kebohongan: Wikileaks dan Julian Assange  karya Happy Nur Widiamoko (Penerbit Nuansa, 2016)

pendobrak kebohongan 755

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *