Hebat di Rumah

Hebat di Rumah

Berapa kali dalam sehari kalian berkata “Aku sayang Ibu” atau “Aku sayang Ayah” kepada ayah ibu kalian? Menurut kalian,
apakah mengucapkan kata sayang itu perlu?
Ada keluarga yang membiasakan diri saling mengungkapkan rasa sayang melalui ucapan, ada pula yang berpendapat bahwa rasa sayang itu cukup diperlihatkan melalui sikap yang baik. Bagaimana kebiasaan dalam keluargamu?
Jika ternyata kata ‘sayang’ masih jarang terdengar di rumahmu, coba kamu mulai. Mungkin awalnya canggung, tetapi lama-lama akan terbiasa dan jadi tradisi yang baik dalam keluarga. Mau tahu caranya?

  • Saat ibumu sedang santai, coba dekati. Tanpa perlu basa-basi, tarik napas, dan langsung peluk dia. Katakan, “Aku sayang banget sama Ibu…” Jika kamu baru kali pertama melakukannya, mungkin ibumu akan terkejut. Tapi, percayalah, dia akan bahagia sekali. Lakukan hal yang sama terhadap ayahmu.
  • Jika kamu merasa masih malu, coba cara yang tidak langsung. Kalau kamu pintar menggambar, coba gambar wajah orangtuamu. Kalau tidak mampu, kamu dapat menulis surat kepada mereka saat mereka ulang tahun. Letakkan saja diam-diam sebelum kamu ke sekolah. Lihat bagaimana reaksi mereka ketika kalian bertemu lagi.
  • Berikan hadiah kecil bertuliskan “I Love You” atau “Aku Sayang Ayah” yang kamu beli dari menyisihkan uang saku. Harganya tidak seberapa, tetapi hal kecil seperti itu akan membuat mereka bahagia, lho.
  • Ceritakan masalahmu kepada mereka. Jadikan mereka orang pertama yang mendengar curhat-mu. Di saat yang sama, jadilah teman curhat bagi mereka. Dengarkan keluh kesah mereka saat mereka sedang sedih. Hibur mereka dengan membuatkan minuman favorit mereka.
  • Banyak cara lain untuk mengungkapkan cinta kepada keluarga. Tiap orang punya cara yang unik. Kamu dapat mencoba salah satunya atau menciptakan caramu sendiri. Mau coba mengusulkan ide cara ungkapan ‘sayang’-mu kepada ayah dan ibu?

Eh … tunggu dulu …. Pernahkan kamu berpikir, mengapa kamu harus menyayangi keluarga? Semua agama memerintahkan agar manusia menghormati dan menyayangi keluarganya. Apa sih, tujuannya?

Mari kita bahas bersama.

Pernahkah kalian mengamati bayi? Saat tenang atau tertawa, dia sangat lucu dan menggemaskan. Imut sekali. Banyak orang yang senang bermain dengannya. Namun, apakah kalian juga betah berdekatan dengan bayi yang menangis terus? Atau bayi yang basah karena ngompol? Hayoo… mau, nggak?
Coba kamu tanyakan kepada orangorang di sekitarmu, apa yang biasa kamu lakukan ketika masih bayi. Siap-siap malu, ya, karena mungkin kamu akan mendengar kisah-kisah yang sulit dipercaya. Boleh jadi kamu pernah mengompol di pangkuan ayahmu ketika ia sudah memakai pakaian kantor yang rapi dan buru-buru hendak rapat. Atau, mungkin kamu pernah menuangkan sebotol minuman bersoda ke dalam akuarium hingga seisi rumah repot harus membersihkan akuarium.

Namun, semua orang memaklumi tingkahmu karena saat itu akal pikiranmu belumlah bekerja layaknya manusia dewasa. Karena itu, semua orang, terutama orangtuamu, menjagamu senantiasa kala bayi. Sejak bayi hingga kini, semoga orangtua selalu menjadi temanmu yang paling dekat. Mereka adalah orang-orang yang menjagamu agar tumbuh sehat, dan mengajarkan kebaikan kepadamu agar hidupmu selamat.
Wah…
banjir lokal, deh…

Hebatnya, atas semua yang mereka lakukan itu, tidak ada imbalan yang mereka harapkan, kecuali ingin melihatmu menjadi
orang baik dan sukses. Lagi pula, sampai kapan pun, kamu tidak akan mampu membalas jasa dan kebaikan orang-orang yang membesarkanmu hingga kini. Karena itu, berbuat baik kepada kedua orangtua adalah hal yang sangat dicintai Tuhan, bahkan disandingkan dengan keimanan kita kepada-Nya. Orang yang beriman dan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik akan mencintai keluarganya. Selain itu, rasa sayang kepada keluarga adalah tanda terimakasih kalian kepada mereka. Bagaimanapun, punya keluarga itu lebih mendatangkan bahagia. Jadi, sudah semestinya kamu berbuat baik kepada mereka
dan menjadikan kehadiranmu di rumah sebagai karunia. Bersikap baik dan santun di rumah akan membuat hatimu lapang. Mari kita buktikan. Coba kamu lakukan beberapa hal seperti berikut ini, dan perhatikan apa yang terjadi.

By. Anna farida

Leave a Reply

Your email address will not be published.