Ma Lima: Dakwah di Era Kontemporer

Rp90.000

Buku Ma Lima: Dakwah di Era Kontemporer membahas dan menganalisis secara mendalam fenomena keagamaan dan gerakan dakwah yang berakar pada konsep ‘Ma Lima’—lima larangan (Mboten Lima) dalam budaya Jawa (Maling, Madat, Main, Minum, Madon)—serta relevansinya dalam menghadapi tantangan zaman modern. Buku ini mengulas bagaimana pendekatan dakwah kontemporer harus beradaptasi dengan perubahan sosial, teknologi digital, dan kompleksitas moral masyarakat urban, dengan menjadikan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal seperti Ma Lima sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan-pesan Islam yang substantif dan transformatif. Intinya, buku ini menyajikan model dakwah yang efektif, yang tidak hanya berfokus pada ritual, tetapi juga pada pembentukan karakter moral dan perbaikan sosial di tengah arus modernitas.

  • Penulis : Dr. Ellys Lestari Pambayun, M.Si. & H.R. Sismono Z.A., B.A.
  • Ukuran : 14,5 X 21 cm
  • Tebal : 284 hlm
  • ISBN : 978-623-335-298-7
  • Penerbit: Nuansa Cendekia

Description

Di era milenial ini, sosial budaya dalam masyarakat Indonesia berkembang/berubah secara dahsyat. Hal ini tentu saja berdampak pada pola pikir dan gaya hidup, di antaranya munculnya masalah sosial seperti Mabuk (minum), Main (berjudi), Maling (mencuri), Madon (berzina) dan Madat (minum candu/obat-obat terlarang). Perilaku Ma Lima (Molimo) menjadikan masyarakat tidak berakhlak, mulai dari ruang domestik (keluarga) sampai ruang publik (masyarakat). Pemahaman, implementasi, dan sosialisasi tentang Molimo yang berakibat pada patologi sosial perlu dituangkan dalam bentuk buku sederhana ini. Di dalamnya dikupas berbagai problematika masyarakat, seperti Perjudian dan Sebab-Sebab Dilarang, Narkotika dan Obat-Obat Terlarang, Kehidupan Seksual dan Pornografi, Alkoholisme, dan Pencurian dan Korupsi yang meski sudah banyak ditulis dan diwacanakan, tapi molimo sebagai falsafah nilai yang dimunculkan Sunan Ampel ini perlu terus digiatkan dalam literasi dan gerakan nyata. Harapan penulis bahwa karya bersahaja ini tidak dimaksudkan untuk menggurui apalagi menghakimi akhlak masyarakat, tetapi sekadar memberikan kontribusi pemikiran dan pengayaan literasi bangsa Indonesia di tengah dinamika dan kompleksitas media sosial dan berdampak luar biasa pada manusia.

Additional information

Weight 1 kg