Republik Islam Iran: Negara Filosof: Kekuatan baru di dunia Multipolar
Rp249.000
• Penulis : Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag. & Dr. Cipta Bakti Gama, Lc.,M.Ud.
• Penerbit: Marja
• ISBN: 978-623-392-096-4
• Ukuran: 15,5 × 23,5 cm
• Tebal: 504 hlm
Description
Buku ini merupakan sebuah penjelajahan historis dan geopolitics yang mendalam mengenai transformasi luar biasa sebuah bangsa: dari era kegelapan di bawah cengkraman imperialisme Barat hingga kemunculannya sebagai salah satu kekuatan utama yang disegani di panggung global. Karya ini tidak hanya sekadar mencatat peristiwa, melainkan membedah “ruh” dan ideology yang menggerakkan rakyat Iran.
Narasi buku ini dimulai dengan menelusuri akar luka sejarah Iran di bawah Dinasti Qajar yang kemudia digantikan oleh Dinasti Shah Reza Pahlevi. Ambisi modernisasi sekuler yang dipaksakan oleh Mohammad Reza Pahlevi—putra mahkota yang dinilai “setengah matang”—justru melahirkan ketimpangan sosial, teror kemanusian lewat badan intelijen SAVAK, dan ketergantungan mutlak pada petrodolar serta sokongan asing. Kudeta 1953 yang membunuh demokrasi Mosaddegh menjadi titik balik krusial yang menyalakan api perlawanan di dada rakyat.
Pasca-revolusi, buku ini membedah bagaimana Iran membangun system tata negara yang sepenuhnya baru: Republik Islam Iran. Sebuah mahakarya ijtihad politik berbasis doktrin Wilayat al-Faqih yang mengawinkan nilai-nilai Islam dengan pilar republikanisme melalui referendum yang demokratis. Fondasi baru ini langsung diuji dengan berbagai badai besar, mulai dari perang saudara melawan kelompok teror Mujahidin Khalq (MEK) hingga “Perang yang Dipaksakan” (1980-1988) menyusul invasi Irak yang disokong kekuatan global.
Di balik citra konflik dan ketegangan politik yang kerap dicitrakan media Barat, buku ini membuka tabir sisi humanis dan eksotis dari peradaban Persia. Iran dikenal sangat ramah (Mehman-Navazi), tradisi hidup zuhud dan bersahaja para pemimpinnya, serta kecintaan yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan. Sentuhan kultural dan spiritualitas digambarkan secara indah melalui perjalanan visual ke kota-kota bersejarah: Qom (Pusat Spiritualitas), Masyhad (Kota Cinta), Isfahan (Bengkel Peradaban), Shiraz (Jantung Puisi dan Peradaban Persia), hingga sang metropolis Teheran.
Buku ini ditutup dengan kesimpulan yang berani: bahwa melalui ketahanan, kemandirian, dan kedalaman peradaban yang dimilikinya, Iran hari ini telah bertransformasi menjadi Kekuatan ke-4 Dunia. Sebuah bacaan wajib bagi akademisi, pengamat geopolitik, penelaah sejarah, maupun siapa saja yang ingin membaca wajah Iran secara jujur, berimbang, dan dengan hati yang terbuka.