Home Artikel Menulis Itu Mengikat Ilmu

Menulis Itu Mengikat Ilmu

88

Menulis Itu Mengikat Ilmu

Oleh ASM Romli

Menulis itu mengikat ilmu. Ini perkataan sahabat Nabi Saw. Disebutkan dalam dalam Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan QS Al-‘Alaq:4-5.

(الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنْسَانَمَا لَمْ يَعْلَمْ)

Alladzii ‘allama bil qalam. ‘Allamal ingsaana maa lam ya’lam

“(Allah) yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Mengajarkan manusia apa yang belum diketahuinya”

Ibnu Katsir menyebutkan adanya atsar (perkataan sahabat) yang mengatakan qayidul ‘ilma bil kitaabah yang artinya “ikatlah ilmu dengan tulisan”.

Dalam atsar juga disebutkan: “Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, maka Allah akan mewariskan kepadanya apa yang tidak diketahui sebelumnya.”

Dengan demikian, menulis itu artinya mengikat, menyimpan, atau mendokumentasikan ilmu. Jika ditulis dalam bentuk buku, di media massa, atau di blog, maka ilmu itu akan bermanfaat juga bagi orang lain.

Imam Syafi’i berkata: “Ikatlah ilmu dengan menulis karena ilmu yang ditulis akan tetap tersimpan di atas keterbatasan daya ingat manusia”.

Jika ilmu tidak dituliskan, maka laksana kita tidak mengikat hasil buruan sehingga mudah lepas atau hilang.

Menurut Joel Falconer, menulis meningkatkan skill komunikasi seseorang. Bila seseorang mempunyai masalah atau kesulitan dalam komunikasi, maka menulis secara reguler akan memudahkannya untuk menyusun kata-kata dengan cepat.

Maka, menulislah! Anda bisa membuat website pribadi atau blog untuk menuliskan pengalaman, pemikiran, sekaligus mengikat ilmu Anda dan berbagi dengan dunia.

Anda bisa baca buku Blogpreneur untuk membuat blog dan membaca buku Lincah Menulis Pandai Bicara untuk mengetahui teknik menulis artikel. Keduanya terbitan Nuansa Cendekia.

Selamat menulis!

 

Leave a Reply