Albert Schweitzer

Rp125.000

Albert Schweitzer

Dokter Schweitzer adalah pejuang kemanusiaan sejati yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk menolong orang-orang yang miskin, sengsara, dan tertindas, khususnya di belantara Afrika. Ia menolong orang-orang yang sakit dan sengsara (dan tentu saja miskin) secara tulus, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Ia bahkan membiayai kerja kemanusiaannya dari jerih payahnya sendiri, entah dari ceramah, bermain musik, dan menulis buku.

Dokter Schweitzer adalah sosok yang serba bisa dan meraih gelar doktor dari berbagai cabang ilmu, yaitu teologi, filsafat, musik, dan kesehatan. Selain sebagai cendekiawan, dia juga seorang pemusik, dokter, rohaniwan, dan pekerja sosial yang pantang menyerah.  Dia adalah pemusik yang andal, sekaligus seorang penulis buku yang cukup produktif.

Hingga usia tuanya, Schweitzer tak henti-hentinya memikirkan kerja-kerja kemanusiaan bagi orang-orang yang membutuhkan. Baginya, dengan kerja kemanusiaan yang tulus dan tanpa pamrih, hidup menjadi (semakin) baik, indah, dan bermakna.[]

  • Penulis : Neni Suhaeni
  • Penerbit: Nuansa Cendekia
  • ISBN: 978-602-350-160-1
  • Ukuran: 17,5 x 25 cm
  • Tebal: 100 hlm
Categories: , , Brand:

Description

Buku "Albert Schweitzer" menyajikan biografi yang mengupas kehidupan luar biasa dari Albert Schweitzer (1875–1965), seorang filsuf, teolog, musisi organ, dan dokter asal Alsace yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1952. Fokus utama buku ini adalah pada komitmen kemanusiaannya yang mendalam, terutama keputusannya untuk meninggalkan karir akademisnya yang cemerlang di Eropa demi mendirikan dan mengelola rumah sakit di Lambaréné, Gabon, Afrika, di mana ia mendedikasikan sisa hidupnya untuk merawat masyarakat lokal. Biografi ini juga mengulas filosofi "Penghormatan terhadap Kehidupan" (Reverence for Life) yang menjadi landasan etikanya, sebuah prinsip yang mendesaknya untuk menghormati dan melindungi semua bentuk kehidupan, tidak hanya manusia, menjadikannya salah satu ikon terbesar dalam pelayanan dan kasih sayang universal.