Description
Bagaimana sebuah konsep sederhana dapat memuat seluruh puncak pencapaian spiritual, moral, dan keberadaan manusia? Dalam tradisi Islam, Ihsān bukan sekadar berbuat baik atau beribadah dengan khusyuk; ia adalah manifestasi keindahan tertinggi (jamāl), kesempurnaan tindakan (itqān), hingga kesadaran penuh (musyāhadah) saat berhadapan dengan Yang Mahasuci.
Buku ini menghadirkan penjelajahan intelektual dan spiritual yang mendalam serta komprehensif mengenai Ihsān melalui lima sudut pandang yang saling melengkapi:
- Leksikografi dan Semantik: Membedah akar kata dan jaringan makna ihsān lewat kacamata filsuf bahasa monumental, Raghib al-Isfahani.
- Arba'īn Ihsān: Menghimpun 40 hadis pilihan yang memetakan Ihsān dari ranah makrifat, keikhlasan amal, hingga dampaknya dalam membangun peradaban.
- Lensa Tafsir Nusantara dan Kontemporer: Menyelami kedalaman makna Ihsān melalui karya-karya tafsir agung seperti Al-Mīzān, Tasnīm, dan Min Wahyil-Qur'ān.
- Jalur Akhlak dan Irfan: Menelusuri peta spiritual para arif dan sufi—mulai dari Faidh Kasyani, Ibn 'Arabi, hingga Imam Khomeini—yang menempatkan Ihsān sebagai tangga jiwa menuju walāyah dan liqā' Allāh.
- Dialog Lintas Tradisi dan Sains Modern: Mempertemukan Ihsān dengan etika Yunani, Konfusianisme, Stoa, hingga psikologi humanistik, flow state, dan peak experience.
Ditulis secara runtut, filosofis, namun tetap berakar pada tradisi teks klasik, karya ini menghadirkan Ihsān bukan sekadar sebagai doktrin teologis, melainkan sebagai kerangka integratif kehidupan manusia modern untuk mencapai kesempurnaan jiwa, keindahan akhlak, dan kedekatan sejati dengan Sang Pencipta.
Sangat direkomendasikan bagi penuntut ilmu, pengkaji tasawuf dan filsafat Islam, praktisi psikologi, serta siapa saja yang merindukan perjalanan spiritual menuju puncak keberadaan.