Meluruskan Makna Ahlusunnah: Studi Kritis Informatif Polemik antara Klaim dan Fakta
Rp89.000
• Penulis : Dr. Muhammad Tijani Samawi
• Penerbit: Marja
• ISBN: 978-623-392-094-0
• Ukuran: 14,5 x 21 cm
• Tebal: 322 hlm
Description
Buku ini merupakan karya polemic teologis-sejarah yang ditulis Muhammad At-Tijani As-Samawi, seorang ulama Tunisia. Tujuan utama buku adalah membuktikan tesis bahwa mazhab Syiah Imamiyah justru merupakan representasi sejati dari Ahlusunnah, karena konsistensinya mengikuti Sunnah Nabi saw melalui jalur Ahlulbait sebagaimana diwasiatkan dalam hadis Tsaqalain.
Metode yang digunakan adalah analisis historis dengan merujuk pada kitab-kitab primer Ahlusunnah. Tijani menyoroti tiga argument pokok:
1. Putusnya sanad Sunnah di kalangan Sunni akibat larangan penulisan hadis pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar, yang berdampak pada hilangnya banyak riwayat dan masuknya israiliyat. Sebaliknya, Syiah menjaga transmisi Sunnah melalui rantai imam Ahlulbait.
2. Praktik ijtihad melawan nash yang terjadi pasca wafat Nabi, seperti pelarangan nikah mut’ah, perubahan adzan, dan shalat tarawih berjamaah. Penulis menilai hal ini menyimpang dari prinsip lā ijtihāda ma’a an-nash, sementara Syiah tetap berpegang pada nash.
3. Sentralitas Ahlulbait berdasarkan dalil Al-Qur’an dalam hadis: Ayat Tathhir, Ayat Mawaddah, Hadis Kisa’, Hadis Safinah, dan Hadis Ghadir Khum. Dari sini penulis menyimpulkan bahwa ketaatan pada Ahlulbait adalah wujud nyata berpegang pada Sunnah Nabi.
Tijani menyimpulkan bahwa istilah “Ahlusunnah” secara substantive lebih tepat disematkan kepada pengikut Ahlulbait. Ia tidak bermaksud memecah umat, melainkan mengajak pembaca Sunni mengkaji ulang literature klasiknya dan kembali kepada Tsaqalain: Al-Qur’an dan Ahlulbait.