Description
Di antara keagungan sejarah dan kelembutan susunan kata, antologi puisi ini hadir sebagai bentuk kerinduan yang mendalam kepada manusia yang diagungkan di bumi dan di langit: Nabi Muhammad saw.
Purnama yang Tak Pernah Tenggelam mengajak pembaca melintasi ruang dan waktu untuk meresapi keindahan sosok, keseharian, serta cinta Rasulullah saw. yang tak pernah pudar:
- Menatap keagungan fisik dan kemuliaan akhlak sang Baginda. Dari wangi yang tiba sebelum langkahnya, senyum yang menyejukkan, hingga pandangan dan kasihnya yang terbagi adil bagi sesama.
- Menelusuri kesederhanaan hidup sang Pemimpin. Menyaksikan sandal yang beliau jahit sendiri, kehangatan saat duduk di atas tanah, hingga zikir yang senantiasa mengiringi tidurnya.
- Meresapi bait-bait kelembutan dan pengorbanan. Tentang doa yang dipanjatkan untuk mereka yang melukai, sujud panjang yang membengkakkan kaki, hingga bisikan penuh kasih yang melintasi zaman: "Ummati, Ummati."
Buku ini bukan sekadar bait-bait indah, melainkan cermin kasih yang memantulkan keagungan sang Nabi—purnama yang akan terus menerangi jiwa-jiwa yang merindukannya.