Home Ragam Benjang Masih Eksis

Benjang Masih Eksis

85

Benjang

Oleh Taufan Hidayat

Di daerah saya tinggal, di Bandung Timur, tepatnya di Ujungberung, memiliki tradisi musik yang sangat kuat. Ujungberung melahirkan ratusan band metal.

Meski Ujungberung tampak seperti daerah pinggiran sebuah kota besar, aktivitas musik –khususnya metal– tak pernah mati.

Di samping metal, Ujungberung juga melahirkan seni Benjang. Seni ini merupakan paduan musik tradisional dan seni beladiri.

Diduga Benjang telah dikenal oleh masyarakat Ujungberung sejak akhir abad ke-19 sebagai sebuah permainan yang dilakukan di amben/bale yang disebut “sasamben” oleh para bujang yang berarti anak lelaki (Sunda: budak) perkebunan kopi.

Karena itu, seni permainan ini diberi nama “sasamben budak bujang” atau disingkat “BENJANG”.

Awal abad ke-20 seni Benjang berasimilasi dengan seni terebangan (seni musik bernafaskan Islam yang memainkan terebang, sejenis rebana sebagai alat musiknya) dan seni gedut (seni beladiri hasil pengembangan dari seni rudat).

Di luar rebana yang merupakan tambahan dari seni musik Islam, Benjang awalnya menggunakan alat musik tradisional terompet, kendang, bedug dan kecrek.

Video: Cuplikan Live Musik Benjang di RKSB Maja FM Bandung

Kredit video: Romeltea

Leave a Reply